[Old] Strategi Inbound Marketing: Cara Menarik Pelanggan Digital

Dengan dinamika sosial yang terjadi karena era digital, strategi pemasaran pun juga ikut berubah. Saat ini, pelanggan lebih suka dijangkau oleh perusahaan dan bukan sebaliknya. Mengejar calon pelanggan di era internet tentu berbeda dengan mengejar pelanggan di era sebelumnya. Di jaman dulu, pelanggan perlu dijangkau oleh brand dan pelanggan tidak akan merasa terganggu karena space iklan tidak bisa menjangkau ranah privasi mereka. Namun berbeda dengan era internet jaman sekarang, dimana iklan sudah bisa menjangkau ranah privasi seperti social media maupun inbox email. Dengan perubahan yang sedrastis itu, tentu taktik pemasaran Anda harus berubah.

Apa Itu Inbound Marketing?

Tadi sudah dikatakan bahwa brand bisa masuk ke ranah privasi pelanggan, baik melalui postingan organik maupun iklan berbayar. Pelanggan bisa sangat merasa terganggu jika mereka terus menerus mendapatkan iklan dari produk yang belum tentu mereka mau. Karena fenomena itulah, teknik Inbound Marketing ditemukan dan digunakan oleh berbagai perusahaan. Inbound Marketing merupakan strategi menjangkau pelanggan dengan ‘menarik’ mereka datang, bukan dengan brand yang datang ke pelanggan. Teknik ini disebut-sebut sebagai strategi paling efektif.

Inbound Marketing vs Outbound Marketing

Outbound Marketing merupakan strategi sebaliknya, dimana brand yang datang ke pelanggan. Outbound Marketing biasanya sarat akan iklan produk, dan bukan solusi. Di masa lalu, strategi ini bisa dilakukan karena space iklan tidak berada di semua tempat dan hanya bisa diakses di fasilitas umum. Padahal jaman sekarang beriklan tidak hanya di fasilitas umum saja, tapi bisa sampai ke hasil pencarian di Google sekalipun bisa dihinggapi iklan. Dan karena itu strategi Outbound Marketing tidak efektif jika diterapkan di media-media seperti ini. Mengingat calon pelanggan akan merasa terganggu. Sedangkan Inbound Marketing menggunakan pendekatan solusi dengan pelanggan, sehingga pelanggan-lah yang tertarik dengan solusi yang ditawarkan oleh brand. Strategi ini lebih cocok diterapkan jika iklan ditampilkan di zona privasi pengguna. Ibarat seperti Anda menangkap kucing, akan lebih efektif jika Anda meletakkan umpan makanan yang disukai kucing dibandingkan menangkap mereka satu-satu bukan?

Contoh Inbound Marketing

Ada beberapa contoh strategi Inbound Marketing yang sering diterapkan oleh banyak bisnis, dan umumnya berfungsi untuk merangkul pengguna sebelum dikonversi lebih lanjut. Berikut beberapa di antaranya:

Content Marketing

Pernah menemukan konten menarik yang dibuat oleh berbagai brand? Itulah salah satu contoh dari strategi content marketing! Baca juga: Apa Dampak Tak Langsung Dari Blunder di Sosial Media, Apakah Bisa Membuat Bangkrut? Strategi ini memanfaatkan rasa ingin tahu manusia dengan menawarkan konten bernilai tinggi, yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Semakin tinggi kualitas konten yang dibuat, maka semakin tinggi juga tingkat kepercayaan yang akan didapat. Beberapa contoh konten yang bisa dipakai: foto, video vlog, infografis, qna, dan banyak lagi.

SEO

SEO merupakan salah satu strategi digital marketing yang melibatkan mesin pencari (search engine) sebagai media utamanya. Tujuan utamanya adalah mendapatkan calon pelanggan dari mereka yang bertanya kepada mesin pencari. Dalam SEO, semakin tinggi peringkat Anda maka semakin tinggi juga kemungkinan mereka mengunjungi situs Anda. Dan artinya semakin tinggi juga kemungkinan tingkat konversi yang terjadi. Strategi SEO mengutamakan kualitas pembahasan dan relevansi kata kunci dengan artikel yang Anda buat.

Influencer Marketing

Pada dasarnya manusia akan selalu ingin mengikuti gaya hidup yang dimiliki oleh idola mereka. Influencer Marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan fenomena tersebut, dengan menggandeng orang yang memiliki daya tarik tinggi untuk memasarkan produk kita. Baca juga: Mengapa Digital Marketing Lebih Efektif Jika Memiliki Website? Biasanya strategi ini dieksekusi di sosial media, dimana banyak orang ingin tahu bagaimana gaya hidup idola mereka. Dan tentunya jika idola tersebut menggunakan produk kita atau memberikan review baik terhadap produk kita, maka ada kemungkinan pengikutnya juga ikut-ikut untuk menggunakan atau mereviewnya.

Sudahkah Anda Menggunakan “Umpan” yang Tepat?

Ibarat memancing, umpan yang digunakan harus tepat dan sesuai dengan apa yang ingin Anda pancing. Jika ingin memancing ikan hiu, maka gunakan umpan untuk ikan hiu dan seterusnya. Sekarang apakah umpan yang Anda gunakan sudah tepat untuk memancing calon pelanggan datang ke bisnis Anda?
Scroll to Top