[Old] 5 Jenis Optimasi Delivery Dalam Facebook Ads yang Bisa Anda Gunakan

Hasil yang didapatkan di dalam digital ads selalu bergantung pada metode optimasi yang dipilih. Facebook Ads memiliki berbagai jenis metode optimasi, mana yang pernah Anda pakai? Ada iklan yang sukses dan ada iklan yang gagal, dan Anda tentu sudah pernah mengalami keduanya bukan? Tentu saja ada faktor yang mempengaruhi kesuksesan maupun kegagalan dalam strategi iklan yang digunakan, dan salah satu faktornya adalah metode optimasi delivery.

Apa Itu Metode Optimasi Delivery?

Jika kita menggunakan strategi digital advertising, maka kita akan selalu berurusan dengan algoritma dan machine learning. Mengingat cara kerja digital ads itu sendiri: menayangkan iklan pada audience yang tepat. Meskipun Anda sudah melakukan targeting se-spesifik mungkin, akan selalu ada kemungkinan bahwa tidak semua audience yang Anda targetkan akan melakukan hal yang diharapkan. Dan optimasi delivery-lah yang akan menjawab permasalahan ini.

Contoh Kasus

Anda memiliki bisnis real estate dan berencana menggunakan Facebook Ads untuk mendapatkan leads dan penjualan untuk bisnis Anda. Lalu sebelum beriklan, Anda mulai melakukan riset pada target pasar Anda. Kemudian Anda menemukan ada 2 jenis target pasar yang cocok dengan profil bisnis: Pencari rumah dan investor, yang kemudian dibagi menjadi beberapa segmen seperti orang tua yang mencarikan rumah untuk anak, pasangan muda, investor properti kecil, dan investor properti besar. Sekarang pertanyaannya, apakah semua orang di dalam audience Anda otomatis akan tertarik untuk menghubungi Anda? Tentu tidak, sebab Facebook tidak bisa mentargetkan audience secara spesifik terhadap jenis ketertarikan mereka. Facebook selalu mengumpulkan data ketertarikan yang sangat besar, lalu kemudian menampilkan iklan apabila ada ketertarikan yang cocok dengan penargetan Anda. Bisa saja orang tersebut memang termasuk dalam golongan investor properti, tapi ternyata porsi investasi propertinya sangat sedikit. Atau pasangan muda yang berencana membeli rumah, tapi belinya masih 2 tahun lagi dan baru melakukan riset pasar saja. Tentu Anda tidak mau menayangkan iklan untuk tipe audience seperti itu kan? Karena itu Anda membutuhkan optimasi delivery. Misalnya Anda set optimasi delivery iklan kepada orang yang mau mengklik button WA. Otomatis Facebook akan menganailsa seluruh audience iklan yang akan berinteraksi dengan iklan Anda, lalu memilih mana orang yang memiliki kecenderungan untuk menekan tombol WA Anda.

5 Jenis Optimasi Delivery Facebook Ads

Umumnya ada 5 jenis optimasi delivery yang bisa digunakan di Facebook Ads, terutama untuk iklan tipe conversions dan catalogue sales.

Link Clicks

Jika Anda menggunakan opsi optimasi ini, maka Facebook akan menyesuaikan bid CPC (cost per click) serendah mungkin agar Anda mendapatkan klik iklan sebanyak-banyaknya. Artinya, audience yang dijangkau juga akan lebih luas. Kekurangan dari optimasi delivery ini adalah relevansi audience menjadi berkurang, karena Facebook menjangkau orang seluas-luasnya guna menekan nilai CPC.

Landing Page Views

Hampir sama dengan Link Clicks, namun sekarang tidak terbatas pada orang yang mau klik saja. Tapi juga kepada orang yang mau memuat halaman landing page Anda. Secara umum, tipe optimasi delivery ini lebih baik dibandingkan Link Clicks (jika Anda mau mendapatkan traffic). Sebab relevansinya lebih tinggi.

Conversion Events

Ini adalah jenis optimasi yang paling tepat untuk kampanye yang ditujukan untuk berjualan. Hanya saja, optimasi dengan conversion events membutuhkan pengetahuan teknikal seputar tracking dan pixel. Baca juga: Mengenal 3 Faktor Kesuksesan Dalam Digital Ads Dengan menggunakan jenis optimasi ini, maka Facebook akan menayangkan iklan hanya ke mereka yang ingin melakukan konversi dari iklan Anda.

Value

Value merupakan jenis optimasi lanjutan dari conversion events yang sering digunakan oleh e-commerce. Jika di optimasi conversions events, Facebook hanya berfokus pada jumlah pembelian, maka pada optimasi value Facebook berfokus pada nilainya. Optimasi berdasarkan value sangat cocok untuk kampanye yang didesain untuk mendapatkan ROAS sebanyak-banyaknya.

Daily Unique Reach

Ini adalah tipe optimasi yang sering digunakan oleh pengiklan yang ingin menjangkau akun sebanyak-banyaknya. Dengan menggunakan Daily Unique Reach, maka Facebook akan fokus menampilkan iklan ke audience yang belum melihat iklan Anda sama sekali dalam 1 hari. Sangat cocok untuk memperkenalkan brand baru, agar lebih banyak orang yang tahu kalau brand Anda eksis di dunia internet.

Kesalahan Umum Pada Optimasi Delivery

Umumnya iklan yang gagal karena optimasi delivery, biasanya disebabkan dari pemahaman yang salah. Contoh yang paling umum adalah ketika pengiklan memilih untuk menargetkan landing page iklan ke nomor WhatsApp mereka secara langsung, tanpa melewati website terlebih dahulu. Jika Anda langsung menargetkan ke WhatsApp tanpa landing page, maka otomatis optimasi delivery yang bisa Anda pilih adalah Link Clicks. Baca juga: Mengenal 4 Fase Digital Ads, Mulai dari Tayang Hingga Jenuh Maka audience yang Anda dapatkan adalah audience yang memiliki kecenderungan untuk mengklik link CTA dan bukannya yang mau menghubungi lewat WA. Ini alasan mengapa metrik link click menunjukkan angka yang tinggi, tapi yang benar-benar mengirimkan chat sangatlah sedikit bahkan chatnya juga tidak nyambung. Untuk Anda yang mulai mempertimbangkan untuk menggunakan Facebook Ads, dan belum mempunyai website atau Landing Page. Anda bisa menggunakan Hosting Gratis dari Jagoan Hosting. Dengan ratusan template website dan landing page yang disediakan, Anda tinggal pilih tema sesuai kebutuhan.

Pilih Optimasi Delivery yang Paling Tepat

Banyak bisnis yang sukses beriklan di sosial media karena optimasinya tepat. Dikombinasikan dengan goal yang jelas dan audience yang relevan, maka bisnis bisa mendapatkan konversi sebanyak-banyaknya dengan hasil seminim mungkin. Sekarang giliran Anda, apakah Anda sudah mengetahui metode optimasi yang paling cocok untuk bisnis Anda? Satu hal lagi yang perlu Anda perhatikan: optimasi delivery akan lebih efektif jika digunakan bersamaan dengan kampanye pendukung. Misalnya, Anda membuat 1 kampanye Link Clicks dan diikuti dengan retargeting.
Scroll to Top