Mengapa Banyak Brand yang Gagal Dalam Strategi Content Marketing?

Content marketing atau pemasaran dengan menggunakan konten sering disanjung sebagai primadona dalam digital marketing, karena content marketing tidak membutuhkan biaya di depan. Namun faktanya, banyak yang gagal! Mengapa? Siapa yang tidak kenal dengan content marketing? Solusi pemasaran berbasis content dan engagement ini banyak diminati oleh berbagai brand, karena tidak membutuhkan biaya di depan dan minim resiko. Tapi nyatanya strategi content marketing tidaklah semudah yang dibayangkan. Tidak sedikit brand yang mengatakan kalau mereka siap melakukan strategi content marketing, tapi ketika ditanya “Apakah mereka mempunyai rencana konten yang matang?” maka jawabannya adalah “Tidak”. Tentu saja ini bisa mengakibatkan kegagalan besar di dalam strategi mereka.

Karakteristik Content Marketing

Konten adalah raja! Itulah pepatah yang sering digaungkan oleh para praktisi content marketing, dan mereka tidak salah. Banyak brand yang berhasil menjalin hubungan jangka panjang dengan fans-nya, cukup menggunakan konten yang diupload setiap hari di sosial media atau website. Dari konten-konten tersebut, tidak jarang juga yang bisa berhasil dan menghasilkan sales hingga jutaan rupiah. Padahal content marketing tidak membutuhkan biaya yang besar (bahkan bisa dibilang tidak memerlukan biaya apapun). Tidak seperti digital ads yang membutuhkan modal terus menerus. Lalu seperti apa ciri-ciri content marketing yang benar?

Menarik dan Menggugah

Tidak ada audience yang mau membaca konten ‘sampah’, alias konten yang tidak memberikan nilai apapun. Konten yang baik selalu dikemas dengan bahasa dan visual yang menarik, serta dilengkapi pesan yang dapat membuat audience merasa “wah, ini aku banget!” Sehingga audience mau terus menerus mengikuti akun tersebut dan siap berinteraksi di setiap konten yang diterbitkan. Dari sana akan tumbuh kepercayaan antara audience dengan brand, yang pada akhirnya bisa dikonversi menjadi sales.

Relevan

Anda tidak mungkin menjual mesin cuci di toko bangunan bukan? Mana mungkin orang yang mau membangun gedung akan kepikiran untuk membeli mesin cuci? Hukum itu juga berlaku di konten marketing, dimana relevansi menjadi salah satu kunci utama kesuksesannya. Konten yang tidak relevan, baik antara bisnis, audience, maupun topiknya, tidak akan diminati oleh siapapun. Siapa juga yang mau membaca konten yang tidak sesuai dengan kebutuhan? Sebagai contoh, jika ada brand yang bergerak di bidang manufaktur lalu ia membuat konten tentang cara menyelam, apakah audience mereka akan tertarik?

Mengandung Nilai yang Sesuai dengan Bisnis

Jika bisnis Anda ditujukan ke pasar yang lebih tinggi, maka gunakan bahasa dan pembawaan yang sesuai dengan target pasar Anda. Begitu juga jika bisnis Anda ditujukan ke pasar yang lebih merakyat. Pembawaan yang tidak sesuai tentu tidak akan membuat audience tertarik untuk mengikuti konten Anda. Anda tentu pernah mendengar kalimat “Lamborghini tidak pernah beriklan di TV” bukan? Itulah salah satu contohnya. Baca juga: Formula Strategi Digital Marketing yang Efektif untuk Bisnis di Era Digital

Kenapa Banyak yang Gagal?

Meskipun secara teorinya mudah dan menyenangkan, faktanya tidak sedikit perusahaan yang sukses dengan content marketing. Bahkan di US, hanya 9% bisnis yang mengatakan kalau konten mereka sangat efektif (neilpatel). Artinya tingkat kesuksesan konten marketing masih sangat sedikit! Dan faktornya bisa bermacam-macam, tapi di sini kita hanya akan membahas faktor terbesarnya saja. Umumnya kegagalan konten marketing disebabkan oleh 5 hal ini:

Terlalu Banyak Promosi

Apa yang bisa dinikmati oleh audience jika konten yang disajikan hanya berupa foto produk atau deskripsi layanan yang tidak mereka mengerti sama sekali? Apalagi untuk Anda yang merupakan pengelola brand baru, audience perlu tahu dulu siapa Anda! Terlalu banyak promosi akan membuat audience jenuh, karena mereka tidak mendapatkan nilai apapun dari konten yang mereka lihat. Sekali-kali memperkenalkan produk boleh, tapi jangan jadikan itu sebagai landasan utama konten yang dibuat.

Pesan yang Tidak Sesuai dengan Audience

Ingin membahas semua hal adalah salah satu kegagalan utama dalam strategi konten marketing. Seseorang pasti memiliki alasan dan ketertarikan khusus ketika mengunjungi akun atau website Anda, dan ketika mereka tidak menemukan lagi apa yang mereka inginkan, maka mereka akan meninggalkannya. Ini adalah salah satu alasan mengapa konten yang Anda angkat haruslah membahas topik khusus yang Anda kuasai. Ya, agar audience Anda terus merasa relevan dengan topik yang Anda bahas. Jika Anda adalah brand elektronik, maka buatlah konten tentang elektronik saja. Tidak perlu repot-repot membuat konten tentang dunia kerja.

Sibuk Bikin Konten, Lupa Promo

Terlalu banyak promo itu salah, tapi tidak pernah promo juga lebih disalahkan lagi. Brand Anda bukan hanya sekadar akun pengetahuan, bukan? Jadi pastikan informasi yang Anda angkat selalu bisa dihubungkan dengan produk atau layanan yang ditawarkan. Baca juga: Perbedaan Menjual Value VS Menjual Product, Mana yang Anda Pilih? Ini membuat audience bisa langsung menemukan solusi dari masalah yang dibahas di dalam konten. Misalnya jika brand Anda bergerak di bidang financial technology, maka promosikan solusi finansial Anda di tengah masalah yang Anda bahas di dalam konten.

Format yang Membosankan

Dunia digital selalu lekat dengan perubahan. Anda tidak bisa hanya menyajikan satu jenis konten dan berharap audience Anda betah melihatnya berkali-kali. Tidak begitu cara mainnya! Anda harus menyajikan jenis konten yang lebih beragam. Jika Anda sudah sering memberikan konten microblog, maka cobalah untuk memberikan format video pendek. Ini bisa meningkatkan ketertarikan audience terhadap konten Anda, sehingga rasio engagement juga tetap bisa terjaga.

Out Of Context

Banyak brand berusaha mengikuti trend untuk mendapatkan perhatian dari target audience mereka. Dan tidak jarang juga mereka mengorbankan konteks pembahasan, hanya untuk bisa ikutan di dalam trend sesaat tadi. Hasilnya tentu bisa ditebak. Konten yang tidak memiliki konteks yang sesuai tentu tidak akan diminati oleh audience. Bahkan meskipun ada yang mau lihat, mereka tidak akan paham korelasi masalah dengan pembahasannya. Karena memang konteksnya tidak sesuai.

Sesuaikan Strategi Content Marketing Anda Sekarang!

Sekarang giliran Anda! Apabila strategi content marketing yang sekarang sudah cukup menghasilkan interaksi dan penjualan yang baik, maka pertahankan dan tingkatkan itu. Namun jika belum, mungkin ini saat yang tepat untuk memperbaikinya. Periksa satu per satu konten yang pernah Anda unggah sebelumnya dan coba cocokkan dengan apa yang sudah kami bahas. Jika memang konten Anda ada yang kurang, jangan menunda dan langsung perbaiki.
Scroll to Top