5 Perbedaan Utama Google Ads dan Facebook Ads, Mana yang Anda Pilih?

Google dan Facebook Ads selalu dijadikan perdebatan di dalam strategi digital advertising, terutama bagi mereka yang memiliki budget terbatas. Sebenarnya, mana yang lebih baik dari keduanya? Setiap perusahaan yang menggunakan digital marketing, pasti sudah tidak asing dengan Google dan Facebook Ads. Yup, keduanya merupakan jenis platform digital advertising yang paling terkenal di dunia. Dengan lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia, persaingan di kedua platform tentu tidak bisa dianggap remeh.

Google vs Facebook Ads, Saling Berkompetisi atau Saling Melengkapi?

Mungkin Anda pernah berada dalam kondisi dimana Anda ditanya oleh klien atau atasan Anda tentang Google dan Facebook Ads? Bagi pengiklan awam, konsep bahwa “platform periklanan yang berbeda artinya bersaing satu dengan yang lain” memang masih menjadi mindset default mereka. Meskipun faktanya tidak demikian. Namun memang tidak bisa dipungkiri, bahwa jenis bisnis yang berbeda bisa memberikan hasil yang berbeda juga. Ada bisnis yang lebih bagus diiklankan lewat Google, dan ada juga yang lebih baik diiklankan lewat Facebook.

Perbedaan Google dan Facebook Ads

Format Iklan

Google Ads memiliki format iklan yang jauh lebih banyak dibandingkan Facebook. Jelas, karena ekosistem Google jauh lebih luas dibandingkan Facebook. Google memiliki banyak aset seperti mesin pencari, sistem operasi, framework aplikasi, dan banyak lagi. Sedangkan Facebook hanya berkutat di dunia social media dan social messaging saja. Di Google Ads, Anda bisa menayangkan berbagai macam format seperti Google Ads Search, Display, Video, Catalogue, App Campaigns, sampai yang terbaru Google Maps Ads. Di Facebook, format yang bisa Anda gunakan hanya 3: Display, Video, dan Catalogue.

Targeting

Google Ads terkenal dengan kekompleksan targetingnya, mengingat Google juga memiliki platform analisa data seperti Google Analytics dan Google Data Studio. Ditambah lagi Google juga memiliki browser yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia: Google Chrome. Semua itu membuat Google memiliki akses yang lebih mendalam terhadap data yang dikumpulkan oleh berbagai website. Sehingga penargetan yang tersedia di Google Ads jauh lebih beragam. Anda bahkan bisa membuat targeting berdasarkan banyaknya halaman yang dikunjungi oleh calon prospek, atau bahkan menargetkan mereka yang menggunakan aplikasi tertentu. Dimana keduanya tidak bisa Anda lakukan jika menggunakan Facebook Ads. Meskipun begitu, Facebook menawarkan opsi penargetan yang lebih personal seperti profesi atau status pernikahan. Mengingat Facebook adalah sosial media, maka Anda bisa menggunakan informasi biodata yang dimasukan oleh pengguna sebagai bahan penargetan. Ini membuat Facebook Ads memiliki relevansi konteks yang lebih baik.

Reporting

Facebook Ads hanya memberikan laporan di dashboard Ads Manager saja, dan ini membuat informasi konversi yang didapatkan menjadi bias dan kurang akurat. Sedangkan Google Ads mendukung reporting lewat Google Analytics, dimana platform analytics bisa memberikan informasi konversi yang terjadi melalui beberapa channel sekaligus. Baca juga: Mengenal Konsep Atribusi Konversi Digital Marketing, Solusi Analisa Efektivitas Multi Channel Marketing

Bidding

Di Facebook Ads, strategi bid yang diberikan jauh lebih sederhana dan lebih mudah dipahami ketimbang Google Ads. Facebook hanya memberikan 4 jenis strategi bid: Lowest Cost, Cost Cap, Bid Cap, dan Target ROAS. Sedangkan Google memberikan opsi strategi bidding yang sangat kompleks, dimana ini memberikan kelebihan dan kekurangan juga. Kelebihannya, Anda bisa mengontrol strategi Anda sespesifik mungkin terhadap goal yang ingin Anda capai (seperti target CPM jika Anda ingin memastikan kalau iklan Anda dilihat oleh jumlah audience tertentu). Google Ads menawarkan banyak strategi bid, seperti Target CPA, Target ROAS, Maximize Clicks, Maximize Conversions, Maximize Conversions Value, Target CPV, dan banyak lagi. Anda harus benar-benar memahami setiap strategi bid untuk memastikan iklan Anda berjalan optimal.

Delivery

Ada 2 perbedaan mendasar dari kedua platform iklan ini dalam menayangkan iklan. Perbedaan yang mendasar adalah: Facebook menayangkan iklan berdasarkan ketertarikan, sedangkan Google menayangkan iklan berdasarkan intensi (baik dari keyword maupun histori kunjungan), terutama jika Anda menggunakan SEM/Google Ads Search. Delivery ini adalah pertimbangan utama Anda sebelum memilih platform periklanan yang tepat untuk strategi digital marketing Anda. Jika bisnis Anda memang ditargetkan untuk pengguna yang memiliki ketertarikan tertentu (seperti barang mewah, contohnya), maka Facebook Ads lebih cocok untuk Anda. Sedangkan jika bisnis Anda ditargetkan untuk calon pengguna berdasarkan intensi mereka (seperti jasa servis atau bisnis yang menjawab kebutuhan yang sangat spesifik), maka Google Ads bisa menjadi pilihan terbaik untuk media pemasaran Anda.

Pilihan optimasinya juga berbeda…

Di Google Ads, pilihan optimasi penayangan sudah dibuat sepaket dengan strategi bidding yang Anda pilih. Artinya, Anda memilih strategi bidding dan delivery dalam satu waktu. Sedangkan di Facebook Ads, keduanya dibuat terpisah. Ada berbagai jenis optimasi delivery yang disediakan oleh Facebook Ads, bergantung dari goal yang Anda pilih. Dan tentu saja pilihan optimasi delivery yang dipilih akan mempengaruhi performa iklan Anda. Jadi pastikan Anda sudah memilih pasangan yang tepat. Baca juga: Sedang Mencari Kursus Google Ads? Ketahui Poin Penting yang Perlu Dipelajari

Jadi, Harusnya Pakai yang Mana Dulu?

Lalu kesimpulannya lebih bagus yang mana? Tergantung! Akan jauh lebih baik kalau Anda menguji coba terlebih dahulu untuk mendapatkan jawaban yang lebih pasti. Jangan lupa untuk memasang tracking yang sesuai, agar hasil yang didapatkan tidak tercampur satu dengan yang lain.
Scroll to Top