Tahukah Anda bahwa CRM memiliki fungsi yang beragam? Tidak hanya digunakan untuk catat mencatat saja, faktanya CRM juga bisa membantu meningkatkan penjualan! Bagaimana caranya?
CRM atau Customer Relationship Management banyak dikenal sebagai software pencatat database pelanggan. Secara umum itu memang benar, tapi faktanya fungsi CRM bisa digunakan untuk tujuan yang lebih luas dari itu!
Mulai dari optimasi digital marketing sampai memenuhi kebutuhan administratif yang lebih kompleks, berikut 5 implementasi CRM yang bisa Anda contoh untuk perusahaan Anda:
1. Targeting Ads
Beberapa platform digital ads seperti LinkedIn, Google Ads, dan Facebook Ads sudah mendukung penargetan iklan melalui data yang dikirim dari CRM.
Cara kerjanya cukup sederhana: CRM mencatat seluruh histori transaksi atau kegiatan yang dilakukan oleh pelanggan, lalu kemudian mengirimkannya sesuai kategori ke dalam platform advertising. Platform nantinya akan menayangkan iklan sesuai dengan kategori pelanggan yang dikirimkan.
Metode ini sering digunakan oleh para digital marketer yang memanfaatkan marketing automation, dimana audiens iklan bisa menyesuaikan secara otomatis seiring dengan aktivitas pelanggan di dunia digital. Tingkat relevansi iklan dengan pelanggan juga akan jauh lebih tinggi, sebab datanya langsung berasal dari database perusahaan.
Data dari CRM juga tidak akan berbenturan dengan peraturan perlindungan data seperti GDPR atau update iOS 14, sebab data yang digunakan adalah data yang Anda miliki sendiri.
Contoh Kasus Implementasi CRM untuk Targeting Ads
Katakanlah Anda memiliki bisnis E-Commerce dengan website yang terintegrasi dengan CRM. CRM bisa mencatat pelanggan yang melakukan pendaftaran, melihat produk tertentu, atau berinteraksi dengan suatu produk di dalam website.
Marketer kemudian membuat daftar audiens berdasarkan dari pengaturan platform iklan dengan CRM, lalu membuat konten iklan sesuai dengan daftar audiens yang telah dibuat.
Calon pelanggan pun akan melihat iklan sesuai dengan interaksi mereka dengan website Anda. Misalnya ketika mereka baru saja memasukan suatu produk ke dalam keranjang, maka mereka bisa mendapatkan iklan pengingat untuk checkout dengan diskon tertentu.
2. Database Email Marketing
Anda tentu pernah menemukan berbagai jenis format email yang ditulis sesuai dengan profil dari email Anda? Nah itu artinya Anda sudah menjadi salah satu database email marketing dari perusahaan yang mengirimkan email pada Anda.
Biasanya, strategi ini digunakan untuk menjangkau pelanggan yang tidak bisa terjangkau oleh ads. Mengingat kebiasaan pelanggan yang berbeda, serta pesan yang diberikan oleh email marketing bisa lebih mendalam dibandingkan dengan hanya menggunakan ads creatives.
Selain itu, data dari CRM juga bisa membantu mengurangi biaya iklan, karena pelanggan bisa dijangkau secara gratis dan tidak perlu semua jenis pelanggan dimasukan ke dalam targeting iklan.
Baca juga: Sukses Menghadapi Era Transformasi Digital Dengan Konsep 5C
3. Segmentasi Tipe Customer
Dari sisi administratif, CRM bisa membantu Anda untuk mencatat perjalanan customer dan melakukan kategorisasi atau segmentasi berdasarkan dari pengalaman mereka.
Misalnya: customer yang baru saja kontak, customer yang melakukan repeat order, customer yang masih dalam tahap follow up, sampai customer yang batal membeli, semuanya bisa didaftarkan dan dicatat lewat CRM.
Dan tentu saja, sekali lagi Anda bisa melakukan strategi pemasaran sesuai dengan segmentasi customer yang sudah Anda buat.
4. Assignment yang Lebih Teratur
Setiap customer akan selalu dilayani oleh tim customer service atau Project Manager tertentu di dalam perusahaan. CRM bisa membantu untuk mendata kepada siapakah customer biasa melakukan kontak, dan apabila ada penggantian penanggung jawab, maka mereka bisa melihat sejarahnya di dalam CRM.
Nantinya tim bisa memahami bagaimana pengalaman customer selama ini dan bersama siapa mereka berinteraksi, tanpa perlu bertanya-tanya lagi kepada para penanggung jawab sebelumnya.
Perusahaan juga bisa memberikan feedback terkait dengan kinerja setiap karyawan yang telah berinteraksi dengan customernya masing-masing.
5. Menganalisa Kebiasaan Pelanggan (Customer Behaviour)
Dengan CRM, Anda juga bisa mendapatkan data kebiasaan customer. Apa saja yang mereka sukai, fitur apa yang sering mereka akses, atau sumber traffic mana yang sering mereka gunakan untuk mengunjungi website Anda.
Data tersebut nantinya bisa membantu Anda untuk mengembangkan produk atau layanan yang sesuai dengan kebiasaan tersebut, dan memperkuat bisnis Anda untuk kedepannya.
Baca Juga: 5 Faktor Utama Meningkatkan Daya Saing di Era Industri 4.0
Bagaimana Strategi CRM di Perusahaan Anda?
Dari sini Anda sudah mengetahui bahwa kekuatan CRM tidak hanya terbatas pada pencatatan juga, tapi bisa dikembangkan ke dunia marketing dan analisa data. Pastikan Anda menggunakan potensial terbesar dari setiap tools yang Anda pakai, sehingga manfaat yang Anda dapatkan juga maksimal.
Ingin terhubung lebih dekat dengan ribuan pelanggan sekaligus meningkatkan kinerja tim dengan lebih efektif?
Anda bisa mendapatkan semuanya dengan software Customer Relationship Management (CRM) yang telah terbukti membantu banyak bisnis dari berbagai industri. Yuk, simak informasi detailnya di sini!