[Old] 5 Faktor Utama Meningkatkan Daya Saing di Era Industri 4.0

Era industri 4.0 sudah dimulai! Banyak standar-standar baru yang harus diketahui agar bisnis tetap bisa bertahan. Ekspektasi pelanggan pun juga sudah mengalami pergeseran dari sebelumnya, bagaimana cara kita menyikapi hal ini? Dunia bisnis selalu lekat dengan perubahan. Sejak awal revolusi industri pertama, sampai revolusi industri keempat kita sudah menyaksikan bagaimana industri berkembang dan dampaknya kepada masyarakat umum. Setiap era tentu berbeda penangannya. Ada masalah-masalah utama yang dibahas di setiap era tersebut, dan metode penanganannya pun berbeda. Dan di era revolusi industri keempat ini, ada 5 faktor yang perlu Anda perhatikan dalam menjaga kestabilan bisnis Anda:

Meningkatkan Efisiensi Biaya Operasional

Biaya operasional adalah salah satu isu yang sangat penting. Dan di era Industri 4.0, dimana peran teknologi sudah semakin besar, sudah seharusnya masalah biaya operasional ini bisa diselesaikan. Mengoptimalkan berbagai proses dan sumber daya bisa menjadi langkah utama dalam memotong biaya operasional. Misalnya dengan menerapkan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) untuk mengurangi usaha dalam melakukan perencanaan dan evaluasi dalam industri. Pendekatan dengan teknologi adalah faktor utama dalam mengurangi biaya operasional, tanpa mengorbankan produktivitas perusahaan. Ingat bahwa pemotongan biaya operasional dengan mengurangi sumber daya (seperti karyawan atau bahan baku), dapat berdampak besar pada pertumbuhan perusahaan Anda.

Menerapkan Skalabilitas Pada Perusahaan

Meningkatkan pertumbuhan perusahaan adalah kunci dalam menambah daya saing. Beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai solusi dari premis tersebut adalah menerapkan kanal pemasaran yang lebih luas, meningkatkan cakupan layanan, sampai mengoptimalkan lifetime value dari pelanggan. Baca juga: Mengenal Konsep Atribusi Konversi Digital Marketing, Solusi Analisa Efektivitas Multi Channel Marketing Bisnis yang terjebak dalam bidang layanan yang terbatas, umumnya tidak bisa bertahan dari pengaruh revolusi industri 4.0, apalagi jika kita berbicara dari sudut pandang teknologi. Menutup diri bisa menjadi faktor utama dalam keruntuhan bisnis, dan kita sudah tahu banyak contoh nyatanya dari berbagai kasus. Perusahaan wajib bisa beradaptasi dengan kondisi pasar yang baru, melihat peluang yang ada, lalu melakukan scaling sehingga perusahaan bisa tetap bertumbuh.

Mengoptimalkan Kualitas Layanan

Di jaman serba digital, informasi bisa disebar dengan cepat dan diterima oleh banyak orang sekaligus. Ini artinya jika kualitas layanan Anda jelek, maka ada kemungkinan informasi ini bisa langsung menyebar ke banyak orang. Terutama lewat media sosial. Dan itulah alasan mengapa Anda harus terus meningkatkan layanan Anda secara konsisten, mengingat ekspektasi masyarakat yang terus meningkat karena kehadiran teknologi. Ditambah lagi kehadiran kompetitor yang sudah semakin beragam dan tanpa batas, dimana Anda bisa saja berhadapan dengan kompetitor dari luar negeri secara langsung! Layanan dengan kualitas yang di bawah ekspektasi rata-rata masyarakat tentu tidak akan diminati. Layanan yang dimaksud juga termasuk kualitas purna jual, dan tidak terbatas pada produk Anda saja.

Memaksimalkan Produktivitas

Semakin tinggi produktivitas perusahaan, semakin tinggi juga output yang dihasilkan. Meningkatkan produktivitas disini tentu bukan menerapkan jam kerja yang menyiksa bagi pekerja Anda, tapi lebih meningkatkan integrasi maupun manajemen pekerjaan mereka agar lebih teratur lagi. Contohnya dengan menerapkan Lean Management, dimana perusahaan bisa berfokus untuk membuang proses dan pemborosan yang tidak penting. Dengan begitu waktu kerja yang ada bisa lebih dimaksimalkan lagi, dan hasilnya pertumbuhan perusahaan pun bisa lebih cepat.

Menjaga dan Merawat Hubungan dengan Pelanggan

Pelanggan adalah segalanya, sebab tanpa pelanggan bisnis Anda tidak akan berjalan sama sekali. Menjaga hubungan dengan pelanggan sudah seharusnya menjadi kunci utama dalam mempertahan bisnis, di era apapun. Baca juga: Metrik OEE (Overall Equipment Effectiveness), Pengukur Performa Dalam Dunia Manufaktur Anda bisa memulai dengan membuka akses ke perusahaan Anda seluas-luasnya, seperti menyediakan layanan feedback lewat sosial media. Dengan begitu pelanggan bisa lebih mudah menemukan Anda atau memberikan pendapat mereka tanpa kesulitan. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mulai mempertimbangkan untuk mengkategorikan pelanggan Anda berdasarkan pengalaman mereka. Misalnya, bedakan pelanggan yang sudah bertransaksi lebih dari 1 tahun dengan pelanggan baru. Ini bisa membantu Anda untuk memberikan penawaran yang sesuai dengan profil mereka, dan tentunya bisa memberikan pemasukan tambahan ke dalam perusahaan tanpa mengorbankan pengalaman pengguna.

Apakah Bisnis Anda Sudah Siap Dalam Menghadapi Industri 4.0?

Bagaimana pun, era Industri 4.0 bukanlah era yang mudah. Terlihat dari berapa banyak perusahaan yang tumbang baru-baru ini, baik yang skalanya kecil sampai yang level multinasional. Inovasi disruptif tidak henti-hentinya datang dan memaksa kita untuk keluar dari zona nyaman perusahaan. Sekarang apakah Anda sudah mempersiapkan bisnis Anda untuk menghadapi ombak ini? Atau Anda justru masih bersantai dan menganggap ini sebagai angin lalu?
Scroll to Top