[Old] Formula Strategi Digital Marketing yang Efektif untuk Bisnis di Era Digital

Semua perusahaan tentu mau menggunakan digital marketing sebagai salah satu kanal pemasaran mereka. Tapi sekarang bagaimana cara membuat strategi yang tepat? Membahas digital marketing memang tidak akan ada habisnya. Sebelumnya kami sudah membahas faktor kesuksesan di dalam digital ads serta 4 fase digital ads mulai tayang hingga jenuh. Sekarang kami akan membahas bagaimana formula menciptakan strategi digital marketing yang efektif bagi bisnis Anda. Banyak perusahaan tertarik pada digital marketing, namun tidak sedikit dari mereka yang hanya “memindahkan” kegiatan sales mereka ke dunia digital. Tentu saja ini salah kaprah, mengingat kebiasaan pengguna di dunia digital tidak sama dengan kegiatan mereka di dunia nyata. Salah satu hal yang paling berbeda, adalah karena pelanggan Anda mengakses dunia digital melalui media yang mengandung kegiatan pribadi mereka. Anda bisa membayangkan bagaimana rasanya didatangi sales ketika Anda berada di dalam rumah Anda sendiri, tentu rasanya tidak menyenangkan bukan? Itulah yang sebenarnya dirasakan oleh calon pelanggan ketika perusahaan mengimplementasikan strategi digital marketing yang salah!

Beberapa Faktor Kesuksesan Digital Marketing

Ada banyak formula kesuksesan yang dibagikan di dunia luar, tapi kali ini kami hanya fokus ke hal esensial saja. Di sini kami tidak akan membahas hal-hal teknis yang melelahkan.

Pahami Audiens Anda

Strategi digital apapun, mulai dari social media sampai digital ads, wajib memahami siapa audiens yang akan dijangkau. Umumnya perusahaan hanya fokus membahas dirinya sendiri (misalnya, fokus membahas apa kelebihan mereka atau mengapa audiens harus berinteraksi dengan akun perusahaan) tanpa mempedulikan apa masalah yang dihadapi. Tentu saja strategi itu akan terasa membosankan, mengingat manusia umumnya tidak tertarik pada pembicaraan 1 arah. Bayangkan saja jika Anda mendengar orang yang hanya membicarakan tentang dirinya sendiri. Namun hal serupa juga akan terjadi, jika Anda asal berkomunikasi tanpa memperhatikan kebutuhan pelanggan. Banyak juga perusahaan yang berusaha menerapkan konsep komunikasi dalam strategi digital marketing mereka, tapi mereka tidak mempertimbangkan masalah yang dihadapi oleh audiens. Coba bayangkan ketika Anda ingin mencari tahu merk HP terbaik ke teman Anda, tapi teman Anda malah mengajak Anda untuk membicarakan otomotif. Apakah Anda akan tertarik?

Memahami Apa yang Dicari Audiens Adalah Kunci Kesuksesan Utama

Dengan memahami apa yang dicari oleh pelanggan, Anda bisa memberikan informasi dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Semakin relevan pesan yang diberikan, maka semakin tinggi rasio konversi yang akan Anda dapatkan.

Kemas Konten dengan Pesan yang Efektif

Pesan yang terlalu banyak tidak akan membuat pelanggan semakin tertarik, dan sebaliknya pesan yang terlalu sedikit akan membuat pelanggan kurang memahami apa yang Anda tawarkan. Jadi, kemas konten yang Anda berikan dengan efektif. Sesuaikan topik pembahasan dengan solusi yang ditawarkan, dan jangan keluar dari jalur. Misalnya jika bisnis Anda membahas tentang ponsel, maka pastikan konten yang Anda berikan hanya membahas dunia ponsel. Pastikan juga konten yang diberikan mengandung CTA (Call To Action) yang sesuai dengan topik pembahasan. Umumnya, para digital strategist menggunakan CTA yang mengandung kata-kata yang mempengaruhi audiens untuk melakukan pembelian. Anda tentu bisa menggunakan CTA yang sesuai dengan goal Anda sendiri

Sesuaikan Penyajian Konten

Setiap kanal pemasaran memiliki segmentasi dan peruntukannya sendiri-sendiri. Contohnya LinkedIn dan Instagram, dimana LinkedIn banyak digunakan oleh professional dan Instagram banyak digunakan oleh millennial/anak muda. Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Kelas Digital Marketing, Pahami dan Pilih Sesuai Kebutuhan Anda Karena perbedaan itulah Anda perlu menyesuaikan bahasa dan pembahasan konten yang akan Anda upload. Penyajian yang tidak sesuai dapat berpotensi mengurangi ketertarikan dari audiens yang Anda incar.

Jual Solusi, Jangan Produk

Banyak yang merekomendasikan bisnis untuk menyajikan solusi yang unik dari bisnis itu sendiri, dibandingkan dengan fokus menjual produk. Salah satu alasan yang paling populer adalah karena solusi yang diberikan oleh perusahaan satu dengan yang lain belum tentu sama. Meskipun sama, kualitasnya juga pasti berbeda. Karena itu selalu tonjolkan solusi yang Anda berikan dari strategi pemasaran yang Anda lakukan. Jika Anda berfokus pada produk, maka kompetitor bisa saja menyajikan produk yang serupa dengan harga yang lebih murah. Anda berpotensi terlibat dalam praktik “perang harga” yang nantinya akan menggerus nilai keuntungan yang Anda dapatkan.

Ciptakan Konten yang “Evergreen”

Membuat materi pemasaran berdasarkan situasi terkini memang bagus, tapi konten tersebut beresiko cepat basi dan tidak bisa digunakan lagi di masa mendatang. Jika Anda menggunakan strategi tersebut dalam jangka panjang, tentu akan menghabiskan sumber daya Anda sendiri, terutama bagian research dan konteks viralnya. Tapi bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh membuat konten dari topik yang sedang viral, namun tetaplah terfokus pada akar permasalahan yang bisa ditangani oleh brand yang Anda kelola. Baca juga: Mengenal 3 Faktor Kesuksesan Dalam Digital Ads

Lalu apa yang menjadi nilai lebih dari konten evergreen?

Konten evergreen atau konten yang tahan lama bisa dibuat dengan research yang lebih sedikit, serta tidak perlu ada penyesuaian konteks. Konten ini biasanya terfokus pada masalah dan solusi yang ingin Anda angkat. Konten jenis ini juga bisa didaur ulang. Maksudnya Anda bisa menciptakan konten turunan dari premis yang Anda angkat sebelumnya. Kelebihan ini tentu tidak akan bisa ditemui di konten viral, karena apa yang sedang viral hari ini belum tentu akan tetap viral besoknya.

Contoh Strategi Digital Marketing yang Sukses

Studi Kasus 1: Strategi Inbound Marketing untuk Penjualan Kelas Online

Menjual kelas tanpa kehadiran fisik antara guru dan murid tentu bukan hal yang mudah. Apalagi konsep belajar jarak jauh baru populer semenjak pandemi COVID-19 terjadi. Karena itu strategi Inbound Marketing yang mengedepankan solusi dan edukasi menjadi senjata utama dalam mengenalkan konsep pengajaran, sekaligus jenis kelas yang tersedia kepada calon murid. Teknik Inbound Marketing ini banyak digunakan oleh vendor-vendor kelas seperti BWA, RevoU, Glints, Dicoding, dan banyak lagi. Mereka menitik beratkan studi kasus, penjelasan ringan, sampai teaser kelas pendek yang mempermudah masyarakat dalam memahami bagaimana proses dan hasil belajar yang akan didapatkan. Baca juga: Strategi Inbound Marketing: Cara Baru Menangkap Pelanggan di Era Digital Marketing Hasilnya sudah bisa terlihat, masyarakat di masa sekarang sudah lebih familiar terhadap kelas online dan banyak dari mereka yang melakukan pembelian berbagai jenis kelas.

Studi Kasus 2: Penargetan Iklan Sesuai Kebutuhan Menghasilkan Return Hingga 300%

Semua setuju kalau iklan itu menyebalkan. Bayangkan saja ketika kita ingin berselancar di internet dengan nyaman, tapi kemudian muncul iklan-iklan mengganggu yang sama sekali tidak menarik untuk kita. Tapi bagaimana jika iklan tersebut muncul tepat pada saat kita sedang mencari produk/layanan tersebut? Kami telah mengujinya melalui strategi SEM (Search Engine Marketing) atau Google Ads Search. Salah satu klien yang kami tangani kala itu adalah perusahaan jasa servis, yang memang layanannya baru dipikirkan oleh calon pelanggan ketika mereka membutuhkannya. Kami menargetkan kata kunci yang sering digunakan oleh masyarakat ketika mengalami kerusakan perangkat. Alhasil return yang didapatkan dari iklan bisa mencapai 300% dan bahkan lebih!

Sejauh Mana Formula Strategi Digital Marketing Anda Sudah Disiapkan?

Sekarang bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menerapkan digital marketing sesuai dengan formula suksesnya? Atau Anda masih menggunakan digital marketing dengan konsep “memindahkan sales” ke dunia digital semata? Rasanya sia-sia jika Anda menggunakan kanal pemasaran yang lebih modern dengan konsep yang kuno. Kenali kelebihan dari kanal yang Anda gunakan, kuasai formulanya, dan dapatkan calon pelanggan potensial dengan rasio konversi yang optimal. Dan tentu saja jika Anda menemui kesulitan dengan penyusunan strategi digital marketing yang cocok untuk perusahaan, Sasana Digital bisa membantu Anda menemukan formula strategi yang tepat. Kunjungi halaman konsultasi digital marketing kami untuk informasi lebih lanjut.
Scroll to Top