[Old] Aspek Revolusi Industri 4.0 Pada Perusahaan Manufaktur

Revolusi industri 4.0 diklaim akan memberikan banyak perubahan pada para pelaku industri, terutama di dunia manufaktur. Apa saja perubahan yang mungkin terjadi? Tak terasa revolusi industri sudah berjalan hampir 300 tahun, sejak pertama kali kemunculannya di Inggris pada tahun 1750-an. Kala itu, terjadi perubahan besar-besaran di seluruh sektor industri dimana dulunya masih mengandalkan manusia, lalu digantikan oleh mesin-mesin besar. Tentu saja yang namanya revolusi tidak hanya sekali jalan lalu selesai. Revolusi ini akan terus berjalan hari ini, besok, dan seterusnya. Di tahun-tahun belakangan ini, kita mulai menghadapi revolusi industri 4.0 yang melibatkan teknologi digital dan internet di dalam industri manufaktur.

Tentang Revolusi Industri 4.0 – Making Indonesia 4.0

Memang hanya semata-mata mengganti manusia ke mesin, ternyata masih dirasa kurang dalam menciptakan efisiensi kerja yang total di dunia manufaktur. Revolusi Industri 4.0 kemudian mulai menghadirkan teknologi berbasis internet digital, dimana semua pekerjaan bisa diotomasi tanpa campur tangan manusia yang terlalu banyak. Salah satu contohnya adalah dengan ditemukannya IoT atau Internet of Things. Perangkat IoT adalah jenis perangkat yang memanfaatkan jaringan internet untuk beroperasi. Mesin-mesin besar di industri manufaktur yang dulunya harus dioperasikan manual, bisa menjadi otomatis berkat konsep IoT ini. Karena mesin tersebut nantinya bisa bekerja dengan bantuan teknologi digital, yang tentunya memberikan efisiensi kerja yang jauh lebih tinggi. Tentu tidak hanya mesin saja, urusan internal dan administrasi pun sekarang bisa ditangani dengan lebih mudah dengan bantuan teknologi digital. Sebut saja software ERP (Enterprise Resource Planning) yang bisa mengintegrasikan semua data di dalam perusahaan dan kemudian mempermudah pengambilan keputusan yang melibatkan banyak divisi. Semuanya mungkin berkat revolusi industri 4.0 ini! Bahkan revolusi ini juga dicanangkan oleh pemerintah dalam tajuk “Making Indonesia 4.0” yang digencarkan oleh pemerintah. Sebenarnya, apa sih hal yang menarik dari revolusi industri 4.0?

Lalu Kira-Kira Aspek Apa Saja yang Dibawa Oleh Revolusi Industri 4.0 Ini?

Dengan menggunakan teknologi digital dan internet sebagai dasarnya, maka revolusi industri 4.0 lebih berfokus pada perkembangan dari software teknologinya bukan pada mesin-mesinnya. Berikut beberapa aspek yang dibawa oleh revolusi industri 4.0

Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan

AI disebut-sebut sebagai salah satu inovasi yang paling berpengaruh di era revolusi industri 4.0 ini. AI juga merupakan bukti bahwa perkembangan dunia digital sudah sangat maju. Bisa dibilang AI adalah tahap dimana komputer memiliki kecerdasan, seperti layaknya manusia. Ini membuat mesin-mesin bisa memperkirakan kapan mereka harus bekerja, bahkan sampai memberikan rekomendasi tindakan kepada penggunanya (baik dari segi perusahaan maupun segi klien). Contoh implementasi AI yang paling sederhana adalah kehadiran chatbot yang bisa anda temui di berbagai situs website. Chatbot ini bisa merespon chat dari pengguna secara otomatis berdasarkan kata kunci tertentu, lalu memberikan jawaban yang relevan. Dengan adanya fitur ini, maka kerja divisi customer service pun bisa jauh lebih mudah. Klien juga tidak perlu menunggu jawaban yang terlalu lama, jika memang masalah yang ia temui ternyata bukan masalah yang besar. Dalam industri manufaktur, AI bisa membantu perusahaan dalam memprediksi kapan kira-kira mesin perlu diperbaiki, bagaimana proses logistik berjalan dan perkiraan tiba/barang habis, sampai mengatur jadwal produksi secara otomatis. Pelajari bagaimana teknologi berbasis AI bisa membantu digitalisasi industri manufaktur di Indonesia

Kegiatan Berbasis Software

Saat ini hampir semua kegiatan bisa dilakukan lewat aplikasi. Mulai dari belanja online, meeting, kebutuhan transportasi, sampai mematikan lampu rumah dengan smart home. Kebutuhan software ini ternyata tidak hanya ada di dunia kebutuhan konsumtif saja! Ketahui fungsi lengkap software di dalam industri manufaktur Di skala industri, berbagai software diciptakan untuk mempermudah kinerja dan kolaborasi antar divisi di dalam perusahaan. Sebut saja software CRM, ERP system, HRM, dan sebagainya. Software tersebut memiliki fungsinya sendiri-sendiri: seperti mengatur hubungan dengan klien, mengontrol sistem produksi, sampai memantau logistik. Cari tahu informasi software manajemen produksi lainnya

Sistem Komunikasi yang Lebih Kompleks dan Bebas Hambatan

Dulu komunikasi yang tersedia hanyalah telepon dan SMS, lebih lanjut lagi paling chat lewat BBM atau sejenisnya. Tentu saja fitur-fitur komunikasi ini sudah canggih, tapi masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan skala industri yang kompleks. Sehingga muncul berbagai aplikasi komunikasi sekaligus fungsi bisnis dan produktivitasnya. Contohnya: Trello, Jira, Slack, dan aplikasi integrasi sejenis. Bahkan pembuatan dokumen yang lebih kompleks pun juga bisa dilakukan secara online dan kolaboratif, seperti Google Docs (aplikasi kantor dengan fitur komunikasi) dan Figma (aplikasi desain grafis kolaboratif).

Mulainya Era Robot

Manusia memang punya batasan tersendiri, terutama jika kita berbicara tentang konsistensi, fokus di waktu yang lama, serta energi yang dimiliki. Karena itu di Revolusi Industri 4.0, robot mulai masuk dan menggantikan beberapa peran manusia. Terutama di sektor manufaktur yang menuntut ketelitian tertinggi. Beberapa perusahaan multinasional (seperti Sony, Mitsubishi, dan lainnya) telah mengganti sebagian besar tenaga manusia mereka dengan sistem robot yang bekerja secara otomatis.

Internet of Things

Internet of Things (IoT) menghubungkan semua jenis perangkat teknologi: mulai dari HP, komputer, printer, TV, monitor, kulkas, bahkan sampai perangkat berat seperti robot dan mobil dengan sambungan internet. IoT bisa dibilang merupakan inti dari revolusi industri 4.0 itu sendiri. Seperti yang anda lihat, semua yang disebutkan diatas membutuhkan infrastruktur internet yang memadai. Di IoT-lah itu akan dibahas. Dengan prinsip IoT, semua perangkat bisa saling terkoneksi satu sama lain. Karena itu, bisa saja nanti anda sebagai pemilik perusahaan, mengontrol kegiatan produksi pabrik anda hanya lewat smartphone. Mengingat semua data baik data mesin, stock, siklus logistik, dan sebagainya sudah bisa diakses lewat semua perangkat.

Kesimpulan

Memang jika dilihat dari kacamata peradaban, revolusi industri 4.0 merupakan langkah yang sangat disruptif. Namun bagaimanapun dunia akan terus berkembang maju. Langkah yang harus kita ambil adalah tetap berusaha untuk menyeimbangkan kapasitas kita terhadap segala perubahan tersebut. Yang jelas, era yang baru sudah dimulai. Siap atau tidak, kita harus segera beradaptasi. Dengan begitu industri manufaktur Indonesia bisa tetap maju dan bersaing.
Scroll to Top