Apa yang Dimaksud dengan Influencer?
Influencer adalah orang yang memiliki jumlah pengikut (Followers) ribuan hingga jutaan, dan memiliki pengaruh besar terhadap audiensnya. Seorang influencer memiliki kekuatan untuk dapat mempengaruhi orang lain karena kapasitas yang dimilikinya.Kapasitas tersebut menjadikan seorang influencer menjadi pusat perhatian setiap orang. Semua hal yang dilakukan influencer akan dilihat hingga dapat ditiru oleh audiensnya. Hal ini dimanfaatkan oleh para pebisnis untuk menjadikan seorang influencer sebagai strategi promosi dalam mempromosikan sebuah produk atau brand. Dan biasanya, influencer akan bermain peran dengan menggunakan berbagai media yang dimilikinya. Biasanya, ketika Anda menggunakan influencer sebagai strategi promosi, influencer akan menggunakan produk brand Anda dan memposting di media sosialnya. Sehingga Anda perlu mengetahui terlebih dahulu tipe pengikut dari influencer tersebut. Jangan sampai Anda salah sasaran yang membuat brand Anda tidak akan menghasilkan apapun dalam penjualan. Sebagai contoh, Anda menjual produk adventure, target konsumen Anda adalah seorang pria tangguh dengan memiliki ketertarikan terhadap alam. Anda bisa melakukan riset siapakah public figure yang cocok dengan produk Anda. Influencer akan membuat sebuah story ataupun memposting sebuah foto pada feed di media sosialnya. Baca Juga: Konten: Pengertian, Jenis, serta Etika dalam Pembuatanya Setelah membahas apa arti influencer, langkah selanjutnya adalah Anda perlu mengetahui kategorisasi apa saja yang dimiliki seorang influencer. Berikut ini beberapa kategorisasi yang bisa Anda sesuaikan dengan bisnis Anda.
a. Mega Influencer
Jika Anda ingin meningkatkan brand awareness dengan hasil yang maksimal untuk memperkenalkan brand, Anda bisa menggunakan mega influencer. Mengingat jumlah pengikut mereka yang beragam dan berasal dari berbagai lapisan masyarakat, profesi, bahkan usia.Mega Influencer adalah seorang influencer yang memiliki popularitas secara luas dikenal oleh banyak orang. Biasanya, influencer tersebut berasal dari karir dalam bidang entertainment seperti artis, musisi, olahragawan dan sebagainya.Sebagai contoh mega influencer adalah Raffi Ahmad yang berkarir dalam bidang entertainment. Influencer tersebut sudah memiliki pengikut lebih dari 1 juta orang. Untuk bekerja sama dengan mereka, Anda harus menyiapkan biaya yang tidak sedikit. Karena popularitas tersebut yang termasuk dalam kategori selebritas yang berskala Indonesia atau malah sudah kelas dunia.
b. Macro Influencer
Macro Influencer adalah tipe influencer yang memiliki pengikut di media sosial dengan jumlah 100.000-500.000 keatas hingga bisa mencapai 1 juta yang berasal dari berbagai bidang yang dianggap expert. Seperti komedian, designer, penulis dan lain sebagainya.Biasanya, macro influencer ini biasa dikenal dengan sebutan selebgram. Mereka memiliki begitu banyak pengikut di media sosial yang tidak memiliki hubungan yang kuat dengan para pengikut, namun memiliki jangkauan tayangan yang sangat luas. Mereka biasanya memiliki spesifikasi kategori tertentu dan konten-konten yang mereka unggah hanya berdasarkan niche utama mereka.
c. Micro Influencer
Micro Influencer adalah tipe influencer dengan adanya kekuatan pada pengikut 10.000-100.000 pengikut, memiliki audiens yang lebih kecil tetapi memiliki fokus pada suatu hal yang relavan dengan pengikut-nya.Tipe influencer pada tingkatan ini berfokus pada kategori yang terbatas sesuai dengan kemampuan atau bidang yang mereka kuasai. Karena jumlah pengikutnya masih bisa dikategorikan terbatas, mereka memiliki hubungan yang mendalam dan intens dengan para pengikutnya sehingga keterlibatan influencer dengan pengikut menjadi lebih sering. Mereka tidak hanya menempatkan produk, merek, atau layanan persis seperti yang pengikut mereka harapkan, tetapi mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan cara yang menarik.
d. Nano Influencer
Nano Influencer adalah tipe influencer yang memiliki pengikut media sosial sampai 5.000-10.000 pengikut. Paling relatable karena audiensnya masih lingkungan teman ataupun keluarga. Lebih natural dalam memberikan engagement rate yang tinggi.Apakah nano influencer berpotensi untuk diajak bekerja sama? Tentu saja! Pengikut nano influencer jauh lebih aktif karena mereka cenderung memiliki hubungan yang lebih personal hingga lebih nyaman saling berinteraksi, bahkan saling mempengaruhi.