[Old] Apa Saja Dampak Tak Langsung dari Blunder di Media Sosial?

Kita sering menemui brand-brand yang melakukan blunder di sosial media. Entah karena masalah internal, maupun masalah dengan pelanggannya. Apa saja kira-kira dampak yang bisa muncul akibat dari kesalahan ini? Blunder di sosial media bisa dibilang mimpi buruk terbesar yang bisa dialami oleh perusahaan mana pun di skala apa pun. Biasanya hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan akan kebiasaan dan norma di media sosial. Dan tentu saja, sekecil apapun blunder yang dilakukan (bahkan jika itu hanya sebuah typo atau salah ketik), bisa memancing komentar negatif dari followers sosial media. Komentar negatif sendiri masih merupakan konsekuensi terkecil yang mungkin anda hadapi.

Beberapa Contoh Blunder Sosial Media

Ada banyak sekali contoh blunder yang bisa anda temukan. Contohnya seperti yang dilakukan oleh perusahaan peralatan outdoor di bulan Januari tahun 2021 kemarin (salah langkah dalam menangani hubungan dengan KOL). Atau seperti yang dilakukan oleh perusahaan biskuit, yang salah mengupload gambar duka cita dengan gambar promosi. Ada juga blunder yang ringan seperti salah memberi informasi (misleading), atau membuat post hanya karena ingin viral. Yang jelas apapun jenis blundernya, anda akan berpotensi menghadapi konsekuensi di bawah ini:

Eksposur Kepada Kompetitor

Pelanggan yang kecewa dengan tindakan anda, tentu akan mencari pilihan kompetitor di bidang yang sama. Di zaman sebelum sosial media ada, hal ini tidak bisa dilakukan dengan mudah, apalagi jika anda adalah pemain besar dan tidak ada kompetitor dengan skala yang serupa. Temukan berbagai solusi untuk menangani krisis dan blunder sosial media di dalam serial kelas digital marketing kami! Namun di masa sekarang ini, cukup dengan mengetikkan nama barangnya di sosial media atau mesin pencari (contohnya jasa digital agency), maka akan muncul banyak pilihan. Kompetitor yang sebelumnya tidak dikenal, bisa menjadi lebih dikenal karena kesalahan anda sendiri.

Penurunan Brand Image

Brand image yang anda bangun bertahun-tahun bisa runtuh seketika jika anda melakukan blunder yang cukup besar. Masyarakat bisa mengecap anda sesuai dengan kesalahan yang anda buat, misalnya “brand anti kritik” yang pernah disematkan kepada salah satu perusahaan penerbangan karena menuntut seorang influencer yang membongkar kekurangan pelayanannya.

Keraguan Pada KOL/Influencer

Influencer marketing merupakan salah satu strategi digital marketing yang paling disarankan di beberapa waktu ini. Blunder di sosial media tentu akan membuat influencer berpikir dua kali untuk mempromosikan produk anda! Apalagi terkadang influencer menyempatkan diri untuk me-review produk secara cuma-cuma. Baca Juga: Berbagai Kemudahan Bisnis di Era Digital, Mulai Dari Funnel Marketing Hingga Integrasi Salah satu contoh yang sempurna untuk ini adalah kasus yang melibatkan youtuber dengan brand outdoor gear yang belum lama ini terjadi. Akibat dari kesalahan penanganan yang dilakukan oleh brand (mereka mengirimkan surat bernada negatif), influencer lain pun jadi berpikir dua kali untuk me-review barang yang dikeluarkan oleh brand tersebut. Di level yang cukup parah, bisa jadi influencer tersebut malah me-review produk kompetitor anda (yang tentu saja ini sangat fatal!), dimana kompetitor anda berpotensi merenggut market share yang sudah anda dapatkan.

Celah Untuk Hantaman Balik

Kompetitor yang cukup jeli dengan dunia sosial media, biasanya sudah siap untuk menghantam balik brand yang melakukan blunder. Contohnya masih berhubungan dengan kasus blunder dari perusahaan penerbangan tadi, dimana ada salah satu kompetitor yang langsung mengeksekusi kampanye “review layanan” berhadiah. Baca Juga: Perbedaan SEO dan SEM Dalam Dunia Digital Marketing Tentu saja ini berbahaya, karena anda secara tidak langsung membuka keran bagi kompetitor anda untuk menyerang anda secara terang-terangan. Tanpa ada kesempatan anda untuk bertahan.

Turunnya Engagement

Hilangnya empati masyarakat kepada brand anda, tentu bisa berakibat pada penurunan engagement yang signifikan. Di beberapa kasus, malah bisa menurunkan angka followers yang sudah anda kumpulkan. Dan lagi, engagement yang tidak bagus akan membuat platform media sosial untuk berpikir dua kali sebelum menyajikan konten kepada audience.

Tidak Langsung Bangkrut, Tapi Bisa Mengarah Ke Sana!

Kesalahan sekali, mungkin tidak akan membuat anda langsung runtuh. Tapi apabila anda keras kepala dan tidak mau memperbaiki, kehancuran akan jelas menanti anda. Pelajari bagaimana kebiasaan masyarakat dan influencer, sebelum memutuskan untuk mengeksekusi sebuah strategi. Konsultasikan kepada social media specialist yang ada di dalam tim internal anda, temukan dan pahami konsekuensinya, baru kemudian dieksekusi. Butuh jasa konsultasi media sosial? Cari tahu di halaman strategi digital marketing Sasana Digital!
Scroll to Top