Free Zoominar Digital Marketing Sasana Digital
Berangkat dari kepedulian tim Sasana Digital melihat peluang implementasi digital marketing oleh bisnis, kami mengadakan event Free Zoominar pada 13 July 2024 yang membahas landskap Digital Marketing, termasuk tantangan bisnis, kebutuhan, implementasi, hingga solusi digital marketing.
Kegiatan tersebut diisi oleh fasilitator atau tutor internal dari Sasana Digital. Isinya diikuti oleh 48 perusahaan dari berbagai industri bisnis, dan dihadiri oleh perwakilannya masing-masing, mulai dari level Direktur, Head of Marketing, Digital Marketing Staff, kalangan Dosen/Pengajar, Advertiser, Admin Marketplace, Manager, Supervisor, hingga Mahasiswa.
Baca Juga: 12 Cara Belajar Digital Marketing dari A sampai Z Tahun 2024 [Update]
Penilaian Bisnis Terhadap Performa Digital Marketingnya
Dalam Free Zoominar digital bisnis yang diadakan oleh Sasana Digital, banyak bisnis owner dan marketing manager yang mengevaluasi performa digital marketing mereka.
Mereka menilai bahwa platform digital marketing memberikan peluang besar untuk meningkatkan visibilitas dan engagement. Namun, ada juga yang merasa bahwa strategi yang diterapkan belum maksimal.
Kami juga melakukan pendataan atau survey sederhana untuk mengetahui, sejauh mana bisnis menilai performa digital marketingnya.
Dari total 48 responden bisnis, mereka menilai bahwa kecakapan digital marketing mereka saat ini adalah:
- Sangat Baik: 7 responden (14,5%)
- Baik: 16 responden (33,5%)
- Cukup: 18 responden (37,5%)
- Kurang Baik: 7 responden (14,5%)
Tantangan yang Dirasakan Bisnis
Tantangan/challenge utama yang dihadapi oleh bisnis dalam digital marketing meliputi Keterbatasan Strategi, Kurangnya Pengetahuan & Sumber Daya, Persaingan Industri, Biaya Iklan Mahal, dan sisanya adalah alasan lain.
1. Keterbatasan Strategi
Sebanyak 26 bisnis atau sekitar 54% dari jumlah responden kami, memiliki pengetahuan dasar/basic tentang digital marketing, namun mereka bingung dalam menerapkan strategi paling efektif. Keterbatasan strategi yang mereka rasakan diantaranya adalah seputar:- Pengelolaan atau maintenance penggunaan media sosial
- Targeting marketing yang kurang tepat sasaran
- Kebingungan dalam membuat konten efektif (yang mampu menghampiri audiens (reach audience) dan mendatangkan leads potensial (get the good leads))
- Cara mengoptimalkan website/SEO (Mereka tau basic-nya, namun belum optimal secara teknis)
2. Kurangnya Pengetahuan & Sumber Daya
Sebanyak 8 (17%) bisnis, merasa belum begitu mengetahui digital marketing dan mereka memiliki keterbatasan sumber daya manusia. Lebih detailnya adalah:- Belum ada tenaga digital marketing
- Kurangnya pengetahuan tim yang mumpuni tentang digital marketing
- Beberapa bisnis menyatakan bahwa tim terkait baru mau belajar digital marketing
3. Persaingan Industri
Persaingan di industri juga menjadi tantangan yang dihadapi sekitar 8% bisnis yang menjadi responden kami. Tantangan ini mempengaruhi sulit atau tidaknya tujuan untuk unggul dimata target audiens, karena:- Persaingan dengan bisnis lama yang sudah memiliki trust dari audiens, dan
- Banyak bermunculan kompetitor bisnis baru
4. Biaya Iklan Mahal
Ada 4 bisnis atau 8% bisnis yang merasa finansial atau budget iklan menjadi tantangan berarti untuk mengelola digital marketing secara efektif. Secara spesifik mereka menyebutkan bahwa biaya iklan, khususnya ads semakin mahal.5. Lain-Lain
Lalu ada 6 (13%) bisnis yang merasa sudah percaya diri dengan strategi dan pengetahuannya, namun konten yang diproduksi dirasa masih:- Kurang membangun brand awareness
- Keterlibatan dengan audiens urang
Jenis Platform Digital Marketing yang Banyak Digunakan
Kebanyakan bisnis memilih platform digital marketing yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Salah satunya platform yang diidentifikasi menjadi saluran yang mendatangkan konsumen paling banyak.
Berdasarkan hasil zoominar, beberapa bisnis lebih memilih mengkolaborasikan penggunaan beberapa jenis saluran digital marketing. Di samping itu, ada juga bisnis yang hanya berfokus pada satu jenis saluran digital.
Beberapa platform atau channel digital marketing yang paling banyak digunakan oleh bisnis berdasarkan kategorinya, diantaranya:
1. Social Media Marketing Only
Dominan responden (atau sebanyak 33,3% responden/16 bisnis) menggunakan saluran media sosial saja (Facebook, Instagram, dan TikTok) untuk meningkatkan brand awareness dan engagement.2. Social Media + Website Marketing
Lalu sebanyak 31,25% responden/15 bisnis memadukan penggunaan Media Sosial serta Website (SEO (Search Engine Optimization) dan SEM (Search Engine Marketing))3. All Platform Marketing
Ada juga bisnis (sekitar 7 atau 14,5%) yang menggunakan setiap jenis platform digital marketing untuk memanfaatkan seluruh peluang, termasuk penggunaan Sosial Media, E-Commerce, dan Website.4. Social Media + E-Commerce Marketing
Selanjutnya disusul oleh 6 (12,5%) bisnis menggabungkan penggunaan Social Media dan E-Commerce.5. Website (SEO & SEM) Marketing Only
Ada 2 (4,16%) bisnis yang secara khusus berfokus hanya pada penggunaan SEO dan SEM marketing.6. E-Commerce Marketing Only
Sedangkan bisnis yang hanya menggunakan 1 jenis saluran “E-Commerce” saja, tidak ada. Baca Juga: Digital Marketing Plan: Langkah Tepat Optimalkan Pemasaran Analisis Singkat: Itu artinya kebanyakan bisnis di sini mengkolaborasikan berbagai jenis platform digital marketing. Cukup sedikit bisnis yang hanya bergantung dari 1 jenis saluran pemasaran digital, kecuali Social Media. Social media menjadi saluran yang paling banyak digunakan di sini. Dan sebaliknya, hanya sedikit bisnis yang hanya menggantungkan e-commerce sendirian. Medsos adalah platform digital marketing untuk meraih engagement dan brand awareness. Sedangkan website dan e-commerce banyak digunakan sebagai saluran integrasi atau tahap lanjutan untuk mengarahkan audiens agar menjadi pembeli. Dapat kita asumsikan bahwa di sini masih banyak bisnis yang mengupayakan langkah awal, yaitu “meningkatkan brand awareness”.Detail Platform Digital Marketing yang Paling Banyak Digunakan
Jika di-breakdown atau dipecahkan, secara berurutan inilah penggunaan platform digital marketing paling banyak dimanfaatkan:
- Penggunaan Instagram: 44 bisnis yang menggunakan (91,6%)
- Penggunaan TikTok: 28 bisnis yang menggunakan (58,3%)
- Penggunaan Website: 28 bisnis yang menggunakan (58,3%)
- Penggunaan Facebook: 23 bisnis yang menggunakan (48%)
- Penggunaan Shopee: 14 bisnis yang menggunakan (29,16%)
- Penggunaan Tokopedia: 12 bisnis yang menggunakan (25%)
Solusi & Layanan Digital Marketing Paling Dibutuhkan
Berdasarkan tantangan digital marketing yang paling dirasakan oleh bisnis, akhirnya akan berpengaruh pada jenis kebutuhan layanan sebagai solusi bisnis.
Dan berikut ini kami coba identifikasi solusi yang paling dibutuhkan oleh bisnis untuk mengatasi tantangan digital marketing, yang diantaranya:
1. Kelas/Webinar
Dominan bisnis, yaitu 14 atau sekitar (29,16%) yang menjadi responden dan hadir dalam Free Zoominar Sasana Digital, menyatakan bahwa program pelatihan atau pembelajaran digital marketing dalam bentuk Kelas/Webinar sangat dibutuhkan.2. Panduan Strategis (Strategical Guidance)
Lalu 6 bisnis (12,5%) secara spesifik membutuhkan panduan strategis langsung mengenai Organic SEO dan Google Ads dalam bentuk training.3. Lain-lain
Kategori “Lain-lain” adalah bisnis yang membutuhkan layanan lain di luar digital marketing. Dan 2 bisnis (4,16%) yang menjadi responden kami lebih condong kepada layanan IT, yang mana service ini juga ada di Sasana Digital.4. Belum Ada Kebutuhan
Sedangkan 3 (6,25%) responden/bisnis merasa belum memiliki kebutuhan layanan digital marketing atau masih memiliki kebingungan. Baca Juga: Jasa Digital Marketing Terbaik & Bagaimana Mereka BekerjaAtasi (Resolve) Tantangan Digital Marketing Bersama Sasana Digital
Dalam menghadapi tantangan digital marketing, solusi yang tepat adalah dengan mendapatkan pelatihan dan konsultasi langsung dari ahli yang berpengalaman sebagai konsultan digital marketing Indonesia. Dan Sasana Digital hadir sebagai PT Digital Marketing Indonesia yang telah berpengalaman menghadapi berbagai tantangan di beberapa klien bisnis kami.
Kami telah berkolaborasi dengan berbagai industri bisnis, termasuk Lembaga Pemerintahan, Perusahaan Swasta Nasional, hingga Internasional.
Sebagai PT Digital Marketing Indonesia, Sasana Digital menawarkan layanan Training & Consulting Digital Marketing yang dirancang untuk membantu bisnis Anda mengoptimalkan strategi digital marketing. Point plus-nya adalah, Anda dapat konsultasi gratis bersama kami untuk berdiskusi mengenai tantangan bisnis Anda.
Tim kami terdiri dari para profesional berpengalaman yang siap membantu Anda memahami platform digital marketing terbaik sesuai kebutuhan dan case bisnis Anda, mengatasi tantangan yang ada, dan meningkatkan performa digital marketing bisnis Anda.
Baca Juga: Pelatihan Digital Marketing: Materi & Biaya Terbaru 2024