Product knowledge adalah pengetahuan marketer mengenai informasi sebuah produk. Sehingga informasi yang tepat sampai pada pelanggan. Selengkapnya ada di sini.
Bayangkan saja, ketika Anda tidak mengetahui product knowledge, lalu konsumen bertanya mengenai produk yang ditawarkan, apakah Anda bisa menjawabnya? Jika tidak, Anda siap-siap untuk kehilangan seorang konsumen secara satu persatu.
Lalu, apa sebenarnya product knowledge? Seberapa pentingkah product knowledge terhadap bisnis Anda? Simak penjelasannya berikut ini!
Mengenal Apa Itu Product Knowledge
Product Knowledge (Pengetahuan Produk) adalah pengetahuan mengenai informasi dalam sebuah produk. Dengan kata lain, semua informasi tersebut terkait dengan produk yang dijual sehingga dapat mendorong terjadinya suatu pembelian.
Oleh karena itu, seorang tim bisnis wajib untuk benar-benar paham mengenai produknya, mulai dari harga, manfaat, dan plus minus dari produk tersebut.
Pengetahuan produk tersebut harus disampaikan sebagai petunjuk atas produk yang ditawarkannya kepada konsumen. Sehingga, apabila konsumen kurang mengetahui informasi suatu produk, maka nantinya konsumen bisa salah dalam membuat keputusan.
Mengapa Bisnis Anda Wajib Tahu Mengenai Product Knowledge?
Product knowledge memudahkan tim bisnis dalam mempresentasikan produknya kepada konsumen. Informasi produk tersebut dapat tersampaikan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang ditawarkan.
Selain itu, secara tidak langsung seorang tim bisnis dapat meningkatkan skill dalam penjualannya. Seorang tim bisnis harus menjelaskannya dengan yakin serta percaya diri, dengan begitu maka semakin detail konsumen tersebut mengetahui suatu produk, hal itu akan membuat konsumen semakin termotivasi untuk membeli produk tersebut.
Beberapa Manfaat Mengetahui Product Knowledge
a. Menumbuhkan Kepercayaan Diri Sebuah Brand
Percaya diri merupakan sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri. Rasa percaya diri memiliki banyak manfaat dan menghindarkan rasa cemas, khawatir, serta rendah diri. Manfaat percaya diri akan memberikan dorongan terhadap hal positif kepada diri sendiri dan orang sekitar.
b. Meningkatkan Kemampuan Tim dalam Berkomunikasi
Kemampuan dalam berkomunikasi yang baik merupakan hal penting untuk menyampaikan dan memahami informasi tersebut secara tepat dan akurat. Tetapi, jika seorang tim bisnis mempunyai komunikasi yang kurang baik, khawatirnya informasi tersebut tidak tersampaikan dengan baik sehingga terjadi miss communication.
Jadi, ketika seorang tim bisnis dapat menyampaikan informasi mengenai suatu produk yang akan ditawarkan secara lancar. Otomatis kemampuan dalam berkomunikasi tim bisnis tersebut sudah cukup baik.
c. Meningkatkan Brand Identity yang Lebih Baik
Semua pebisnis pasti ingin image sebuah perusahaannya dikenal baik. Seorang tim bisnis dapat membangunnya hingga sukses. Dengan mengetahui produk sendiri, secara otomatis Anda juga akan mencari tau seputar produk yang dimiliki kompetitor. Dengan begitu, perusahaan akan melakukan pengembangan agar produk mencapai bentuk terbaiknya.
Baca Juga: Kenali Apa Itu Kompetitor Agar Bisnis Anda Mampu Bersaing!
d. Meningkatkan Rasa Kepercayaan Konsumen Terhadap Brand
Disaat seorang tim bisnis telah berhasil membangun kepercayaan dari konsumen, maka bisnis Anda pasti akan mendapatkan lebih banyak konsumen yang kembali untuk membeli produknya lagi. Konsumen tersebut dapat merekomendasi kan secara gratis kepada orang-orang terdekatnya.
Konsumen akan secara sukarela mempromosikan produk atau jasa yang dijual karena mereka telah memiliki pengalaman yang baik dengan produk atau jasa dari perusahaan Anda.
Apa Saja Contoh Faktor dalam Product Knowledge
a. Nilai Produk
Anda perlu mengetahui nilai suatu produk sebelum menawarkan kepada konsumen. Value sendiri nantinya akan menjadi pembanding produk Anda dengan produk sejenis milik kompetitor.
b. Harga Produk
Harga suatu produk adalah ukuran terhadap besar kecilnya atas kepuasan seseorang terhadap suatu produk. Konsumen tidak segan segan untuk berani membayar mahal suatu produk yang diinginkan jika produk tersebut memiliki jaminan atas kualitasnya.
Contohnya, Anda mengetahui produksi produk limited edision (edisi terbatas), maka Anda bisa memberinya harga yang lebih tinggi dengan produk lainnya.
Meskipun pembeli mengeluarkan uang yang lebih tinggi, tetapi mereka akan merasa puas karena produk tersebut tidak sama dengan produk lainnya.
c. Sejarah Produk
Sejarah produk menjadi peranan utama mengapa produk tersebut bisa dibuat. Ini adalah tahap dimana produk tersebut berkembang. Misalnya, saat pertama kali sebuah perusahaan hanya memiliki satu jenis produk.
Lalu, dengan perkembangan yang pesat, perusahaan tersebut menambah beberapa jenis produk lainnya dengan menambah varian rasa atau varian warna. Sehingga konsumen pun memiliki banyak pilihan terhadap produk tersebut.
d. Umur dari Produk
Setiap produk pasti memiliki expired date yang merupakan batas maksimal produk aman untuk dikonsumsi. Hal ini berkaitan dengan penurunan mutu atau kualitas produk. Contohnya, perubahan rasa atau atribut sensori lainnya (warna, aroma, tekstur).
e. Proses Pembuatan Produk
Proses pembuatan produk adalah kegiatan mengolah dengan menggunakan peralatan untuk menghasilkan suatu produk. Dimana, produksi ini juga menambah dan meningkatkan nilai guna dari suatu produk. Sehingga menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat bagi konsumen.
f. Bagaimana Produk Digunakan
Sebuah produk pasti mempunyai nilai guna yang akan menjadi lebih tinggi tergantung fungsi dari produk. Fungsi tersebut mencakup bagaimana produk tersebut digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen.
g. Bagaimana Produk Dapat Bermanfaat
Ini adalah mencakup apa yang konsumen rasakan dan nikmati melalui pembelian produk atau layanan tertentu. Suatu produk umumnya dipandang mampu memberikan satu atau lebih manfaat kepada konsumen.
Misalnya, dari sebuah produk sepatu lari, konsumen mendapatkan manfaat fungsional berupa daya cengkram yang baik. Tetapi disisi lain, ada manfaat non fungsional yaitu manfaat ekspresi diri karena memberikan gaya untuk memungkinkan ekspresi diri konsumen.
h. Layanan Produk (Perbaikan, Garansi, dan Lain-lain)
Setiap perusahaan pasti memiliki layanan yang diberikan terhadap produk yang ditawarkannya. Apakah perusahaan tersebut memiliki tanggung jawab atas kerusakan yang terjadi pada produk tersebut. Tetapi, biasanya layanan seperti ini memiliki batas periode dengan syarat tertentu.
i. Atribut Produk (Model, Warna, Ukuran, dan lain-lain)
Atribut produk adalah aspek fisik dari suatu produk atau jasa yang dapat dilihat atau dirasakan. Contohnya adalah warna tas komputer, bentuk tampilan luar mobil, motif pakaian wanita, dan sebagainya. Sama halnya dengan jasa, atribut jasa dapat dilihat dari reputasi dan harga yang harus dibayar untuk memperoleh jasa.
j. Add-On atau Tambahan Lain dari Produk
Apakah Anda tahu produk deterjen ternama yang sudah dikenal dan digunakan oleh banyak orang? Produk tersebut adalah Daia deterjen yang dipercaya mampu bekerja secara all out dalam membersihkan noda tanpa merusak warna pakaian.
Mereka menggunakan promosi dengan memberikan bonus tambahan lain berupa piring cantik ketika membeli produk deterjen tersebut. Hal tersebut membuat konsumen menjadi tertarik karena mendapatkan tambahan produk lain berupa piring cantik hanya dengan membeli deterjen pencuci pakaian.
Baca Juga: Pentingnya Unique Selling Point (USP) dan Cara Menentukannya
Cara dan Tips Memaksimalkan Product Knowledge
a. Rutin Sosialisasi
Setiap individu membutuhkan sarana pengenalan, pengakuan, dan penyesuaian diri. Oleh karena itu, seorang tim bisnis harus terus-menerus mengadakan sosialisasi bersama tim yang berkaitan langsung dengan proses penjualan. Sehingga, kebutuhkan konsumen mampu diberikan dengan baik dan tepat sasaran.
b. Memahami Jenis Produknya
Tips memaksimalkan product knowledge menjadi lebih optimal adalah dengan memahami aspek utama dalam pengetahuan suatu produk. Misalnya, pengetahuan mengenai karakteristik, manfaat, serta plus minus dari produk dengan akurat.
c. Berpikir Kreatif dalam Jangka Panjang
Berfikir secara kreatif serta jangka panjang untuk memperhatikan pergerakan kompetitor hingga mengumpulkan berbagai informasi baru dari produk yang akan ditawarkan.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan berbagai gagasan kreatif guna mengembangkan produk menjadi lebih baik lagi. Perlu diingat, product knowledge adalah bagian terpenting dalam bisnis karena memiliki dampak besar terhadap proses penjualan. Sehingga, pastikan tim bisnis Anda memiliki product knowledge yang baik.
Baca Juga: 7 Ide Bisnis Digital yang Menjanjikan di Tahun 2022
Penutup
Setelah memahami product knowledge, tentu Anda tidak ingin berhenti di sana saja, bukan? Masih banyak to do list yang harus dilaksanakan agar performa bisnis semakin lebih baik, salah satunya dengan memaksimalkan strategi digital marketing.
Strategi digital marketing untuk bisnis bisa dikonsultasikan dengan Sasana Digital seperti para UKM dan perusahaan ternama yang pernah berkonsultasi dengan Sasana Digital.
Silakan klik banner di bawah ini dan temukan solusi digital marketing paling jitu sesuai kondisi pada bisnis Anda.