Judul: Konten: Pengertian, Jenis, serta Etika dalam Pembuatanya
Seiring berjalannya waktu, membuat media di era digital ini semakin mudah dan murah. Bahkan ada yang bisa dilakukan secara gratis. Anda bisa membuat dan memiliki website dan akun media sosial dengan mudah dan cepat.
Sehingga di era digital seperti saat ini, konten memainkan peran yang penting dalam dunia pemasaran, konten menjadikan perantara untuk menyampaikan sebuah pesan. Lantas, apa itu konten? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak artikel dibawah ini.
Memahami Apa Itu Konten

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI ,Konten adalah suatu informasi yang tersedia pada media atau produk elektronik. Konten pada media ini bisa diartikan sebagai suatu alat yang menjadi media berkomunikasi antar pengguna media elektronik.
Dengan perkembangan teknologi dan internet saat ini, maka muncul juga sebutan konten digital. Sedangkan ketika Anda menonton tayangan televisi, termasuk program berita, tandanya Anda sedang menyaksikan suatu konten.
Baca Juga: Bagaimana Membuat Konten yang Baik di Social Media Untuk Bisnis
Jenis Konten Berdasarkan Format
1. Jenis Konten Tulisan
Jenis konten berupa tulisan atau teks biasanya bisa Anda temukan di halaman website perusahaan atau blog pribadi. Kemudian pada caption postingan di berbagai platform media sosial.
Umumnya, jenis konten yang satu ini disesuaikan dengan keinginan dan tujuan pembuatan konten dari pemilik website atau akun media sosial.
Contoh konten berupa tulisan, di antaranya ada cerita pendek (cerpen), novel,buku motivasi, puisi, teks promosi, isi email, E-Book, teks berita, teks narasi, dan lainnya.
2. Jenis Konten Gambar
Jenis konten lainnya adalah konten gambar. Gambar merupakan seni rupa dua dimensi yang memiliki fungsi untuk menerangkan sesuatu. Tak hanya Konten kreator, gambar juga biasanya dibagikan oleh setiap orang.
Contoh konten gambar adalah foto, meme, flyer, spanduk, hingga infografis. Netizen dan konten kreator tentu memiliki perbedaan dalam mengunggah foto atau gambar di media sosial.
Netizen membagikan gambar dengan tujuan sharing terkait keseharian mereka. Sedangkan content creator lebih banyak membagikan foto keseharian dan promosi. Konten berupa gambar biasanya dibuat dengan visualisasi menarik.
3. Jenis Konten Audio
Konten audio adalah konten berupa suara yang bisa anda dengarkan. Contoh dari konten audio, yaitu acara radio,voice note, musik dalam format mp3, hingga konten podcast.
4. Jenis Konten Audio Visual
Jenis konten audio visual adalah salah satu jenis konten yang cukup kompleks. Mengapa? Sebab melibatkan audio dan video secara bersamaan dalam sebuah karya.
Jenis konten ini umumnya ditayangkan pada platform streaming atau media sosial. Bisa juga tayang di televisi.
Melalui konten audio visual, audiens bisa menangkap informasi dengan lebih terstruktur. Contoh konten ini adalah iklan, video youtube,video tiktok, film, game, dan masih banyak lainnya.
5. Infografis
Berasal dari bahasa Inggris:infographic (information and graphic), berarti gambar berisi informasi. Infografis merupakan gabungan gambar dan teks.
Laman House of Infographics mendefinisikan infografis sebagai “bentuk visualisasi data yang menyampaikan informasi kompleks kepada pembaca agar dapat dipahami dengan lebih mudah dan cepat.
6. Tautan (Links)
Tautan adalah ciri khas konten media online atau halaman website berupa anchor text dan URL halaman website tertentu. Tautan yang diklik akan menampilkan halaman yang berbeda dengan yang sedang dibuka pengguna internet.
7. Elektronik Book (E-book)
Electronic Book(E-book) atau buku elektronik adalah buku berbentuk file/berkas yang bisa diunduh dan dibuka pada perangkat komputer, ponsel, atau laptop.
Berbeda dengan buku biasa E-book digunakan sebagai konten berbentuk kertas berisi teks/tulisan dan gambar, E-book biasanya berbentuk file dengan format Portable Document File (PDF).
Jenis-jenis Konten Berdasarkan Konteks
- Penulisan konten (Content Writing)
- Pembuatan konten (Content Creation)
- Kurasi konten (Content Curation)
- Editor konten (Content Editor)
- Konten berkualitas (Quality Content)
- Pemasaran konten (Content Marketing)
- Penempatan konten (Content Placement)
- Sistem Manajemen Konten (Content Management System/CMS)
- Jaringan Pengiriman Konten (Content Delivery Network)
- Konten Buatan Pengguna (User Generated Content)
- Konten adalah Raja (Content is King)
Etika dalam Membuat Sebuah Konten
1. Buat Konten yang Original
Dalam membuat sebuah konten mungkin kita mengambil beberapa informasi yang bersumber dari content creator lainnya. Umumnya penggunaan informasi yang didapat dari rujukan dari pembuat konten lainnya harus meminta izin kepada pemilik aslinya atau paling tidak menyertakan sebuah sumber.
2. Sampaikan Informasi yang Valid
Sebuah konten terutama konten yang menyampaikan informasi penting kepada audiens maka sangat diperlukan ketelitian dalam menyampaikan sebuah pesan yang ada.
Konten yang dibuat tentu harus sesuai dengan data dan fakta pada saat itu.Dengan membuat konten yang valid maka akan menghindarkan kerugian orang lain dalam penggunaan informasi konten yang dibuat sebagai bahan rujukan.
3. Menjaga Sopan Santun
Walaupun terdengar sepele namun sopan santun memiliki tingkat cukup penting dalam pembuatan konten. Dalam membuat suatu konten maka sangat perlu memperhatikan pemilihan bahan konten.
Hindari pembuatan konten yang dapat menyinggung sebuah pihak dan mampu memicu suatu konflik.
Jika konten kreator tidak berhati hati dalam hal ini maka bisa terkena sanksi sosial dan bahkan bisa terjerat pidana hukum. Tidak jarang sekarang ini kita banyak melihat pembuat konten yang asal asalan sehingga menimbulkan perseturuan publik.
Hal ini sangat tidak baik dan dapat mencoret citra nama konten kreator tersebut di mata publik. Serta kerugian tidak hanya ditanggung orang lain, tetapi juga bisa menyebabkan pada diri sendiri jika tidak berhati hati dalam sopan santun pembuatan konten.
4. Sertakan Identitas Pembuat Konten
Menampilkan identitas seperti Nama lengkap pada konten yang dibuat juga bisa ditunjukan sebagai keprofesionalitasan kita dalam bertanggung jawab mengenai konten yang telah dipublikasi.
Bayangkan saja jika semua pembuat konten menyembunyikan identitasnya dan mempublikasikan konten yang cukup penting, dunia ini bisa menjadi ladang konten informasi yang berbahaya tanpa mengetahui siapa pembuat konten aslinya.
5. Menjaga Privasi
Menghormati privasi orang lain merupakan hal yang sangat penting dalam pembuatan suatu konten. Kita tidak boleh melewati batas dimana kita melibatkan orang lain dalam konten yang kita buat tanpa persetujuan dari pihak yang bersangkutan.
Selain menjaga privasi orang lain kita juga perlu menjaga privasi diri sendiri. Dengan menjaga privasi sendiri dengan memisahkan antara informasi yang boleh disampaikan pada publik maka kita akan terhindar dari penyalahgunaan informasi yang kita publikasikan dalam konten yang telah dibuat.
6. Memiliki Disclaimer
Disclaimer adalah pemberitahuan yang ditunjukan dalam upaya membatasi tanggung jawab atas hasil penggunaan konten yang dibuat.
Sebagai contoh Anda membuat konten video tutorial reparasi handphone, maka akan lebih baik menyertakan disclaimer bahwa siapa saja yang ingin mengikuti tutorial namun tidak berhasil sebagaimana konten yang digunakan sebagai rujukan.
Mereka tidak bisa menyalahkan kita karena kita sudah memberitahukan disclaimer DWYOR – Do With Your Own Risk/Lakukan dengan Resiko Anda Sendiri.
Dengan adanya disclaimer kita bisa menolak gugatan yang diajukan orang lain atas kesalahan pilihannya sendiri karena mengikuti konten yang kita buat.
Pasalnya kita juga sudah memberitahukan bahwa cara tersebut berhasil jika memang dilakukan oleh orang yang sudah ahli.
Banyak faktor lain yang mungkin tidak diperhatikan audiens sehingga membuat dia gagal melakukan reparasi hp dengan tutorial yang kita buat.
Baca Juga: Ukuran Feed Instagram Terbaru Tahun 2022 – Wajib Disimpan!
Penutup
Dari paparan di atas anda sudah mengetahui konten itu apa, jenis-jenisnya dan etika pembuatannya. Hal itu akan membantu Anda bila nanti sedang ingin membuat konten.
Anda yang ingin mendapat pendampingan juga training dalam pembuatan konten keperluan bisnis, maka Sasana Digital sangat siap menjadi pilihan Anda.
Sasana Digital akan mengidentifikasi, mengukur, serta mencari peluang & ancaman yang akan mempengaruhi perkembangan bisnis Anda kedepannya. Yuk, manfaatkan dulu Layanan Free Consulting kami!