Mengenal 3 Jenis CTA untuk Strategi Konten Sosial Media

Konten sudah dibuat dengan strategi yang matang, tapi tingkat konversi masih rendah? Kemungkinan Anda melewatkan salah satu faktor kesuksesan content marketing: kehadiran CTA (Click To Action)! Strategi pemasaran menggunakan konten memang menarik. Membayangkan masyarakat bisa menjadi calon prospek hanya dengan membaca hal yang kita bagikan, siapa yang akan menolak? Ya, strategi pemasaran dengan konten sudah semakin dikenal hari demi hari. Pemasaran melalui konten juga tidak mengganggu kenyamanan pengguna, mengingat konten yang diberikan harus memiliki nilai unik yang dibagikan ke audiens. Sudah ribuan akun (baik brand maupun personal) sukses membagikan konten dari ide-ide mereka, lalu mendapatkan banyak kontrak bernilai. Tentu saja ada banyak sekali formula yang perlu diperhatikan dalam kesuksesan content marketing, dan salah satunya adalah kehadiran CTA!

Cara Kerja CTA

CTA merupakan penegasan tindak lanjut (action) yang ditempatkan di titik-titik strategis di dalam konten. Fungsi CTA adalah untuk memerintah audiens secara tidak langsung untuk melakukan tindakan lanjutan sesaat setelah menyelesaikan seksi tertentu di dalam konten. Di sosial media CTA umumnya diletakkan di akhir konten, mengingat konten di sosial media biasanya memiliki alur yang ringan dengan pembahasan yang ringkas. CTA ini berguna untuk mendapatkan konversi, sebab biasanya ketika audiens menyelesaikan sebuah konten mereka akan siap untuk melakukan sesuatu terutama jika kontennya menarik untuk mereka. Anggaplah Anda baru menikmati konten tentang tata letak perabotan rumah yang bagus. Tanpa kehadiran CTA, Anda mungkin akan meninggalkan konten begitu saja. Mengingat Anda tidak diingatkan untuk melakukan apapun, meskipun faktanya Anda ingin. Tapi karena tidak adanya CTA, maka Anda langsung melanjutkan kegiatan berselancar di sosial media. Beda jika konten diisi dengan CTA yang relevan, misalnya link pembelian perabotan. Anda mungkin akan tertarik untuk mengunjungi link-nya, mengingat Anda tertarik dengan pengaturan tata letak perabotan yang ada di dalam konten.

3 Jenis CTA Konten yang Terbukti Efektif

Faktanya, survey dari perusahaan programmatic advertising, AdRoll, mencatat bahwa ada peningkatan CTR (rasio klik tayang) dari konten sebesar 2.95x lipat dengan adanya CTA. Ini membuktikan bahwa kehadiran CTA sangatlah krusial di dalam konten. Ada 3 jenis CTA yang bisa Anda gunakan di setiap konten yang Anda buat:

1. CTA Interaktif

CTA Interaktif biasanya berupa pertanyaan singkat atau pernyataan penutup dari sebuah konten yang bertujuan untuk mengajak audiens berkomunikasi. CTA Interaktif sangat efektif untuk mendapatkan feedback dari konten yang bersifat riset atau survey. Baca juga: Bagaimana Membuat Konten yang Baik di Social Media Untuk Bisnis

2. CTA Engagement

CTA Engagement merupakan CTA yang berguna untuk memancing engagement dari audiens. Kalimat seperti “Like kalau suka”, “Share kalau bermanfaat”, “Save untuk nanti” bisa digunakan untuk mempengaruhi audiens agar memberikan umpan balik ke konten, tanpa mengganggu pesan yang disampaikan dari konten Anda.

3. CTA Conversion

Sedangkan CTA Conversion adalah CTA yang dibuat khusus untuk mengkonversi audiens. Contoh yang paling banyak digunakan adalah “Learn More” yang berguna untuk memancing audiens agar terkonversi menjadi pengunjung, dan “Shop Now” yang berguna untuk memancing audiens agar terkonversi menjadi pembeli.

Bagaimana Menentukan CTA yang Cocok?

Jangan pernah memberikan CTA lebih dari satu! Sebab CTA yang efektif adalah CTA yang spesifik dan sesuai dengan konteks pembahasan konten. Memberikan 2 petunjuk yang berbeda malah akan membingungkan audiens yang juga bisa berakibat pada efektivitas konten Anda. Lalu bagaimana cara memilih CTA yang cocok untuk konten sosial media? Mengingat tidak semua CTA bisa main digunakan di semua jenis konten

a. Konten Awareness

Untuk konten edukasi yang bersifat memberikan informasi umum seputar bisnis Anda, CTA engagement atau CTA interaktif bisa dijadikan pilihan yang paling tepat. CTA engagement dapat meningkatkan eksposur konten Anda (terutama dari share dan mention), sehingga algoritma sosial media membaca bahwa konten Anda memiliki relevansi tinggi kepada audiens. Sedangkan CTA interaktif berguna untuk meningkatkan interaksi di dalam post, apabila Anda memang membutuhkan interaksi seperti konten LIVE Video maupun Giveaway.

b. Konten Consideration dan Decision

Untuk konten yang sudah berfokus pada hubungan antara masalah Audiens dengan produk Anda, maka CTA conversion adalah pilihan yang tepat. CTA conversion bisa meningkatkan CTR dan Rasio Konversi dari konten Anda, sehingga Anda bisa mendapatkan jumlah konversi yang lebih tinggi dari konten semaksimal mungkin. Jangan lupa untuk menyesuaikan bahasa yang digunakan untuk CTA, agar audiens merasa lebih terhubung dengan konten dan bersedia untuk melakukan konversi. Baca juga: Formula Strategi Digital Marketing yang Efektif untuk Bisnis di Era Digital

Mana CTA yang Pernah Anda Pakai?

Dari ketiga jenis CTA di atas, mana yang paling sering Anda gunakan? Apapun jenis CTA-nya, pastikan untuk tetap mengutamakan kualitas konten. Secanggih apapun kata-kata di CTA Anda, jika tidak diiringi dengan kualitas konten yang baik juga akan percuma. Ingat, CTA hanyalah pendamping dalam kesuksesan konten dan bukan kunci utama. Pemahaman dan relevansi konten dengan audiens lah yang tetap menjadi peran utama.
Scroll to Top