Scope Data Google Analytics
Google Analytics bekerja dengan struktur scope yang ditentukan. Ini artinya ada cakupan tertentu dari setiap data yang diambil, mengingat kompleksnya data yang berlalu lalang di internet. Google Analytics sendiri membagi scope datanya menjadi 4 scope, dimana setiap scope memiliki tampungan data masing-masing. Scope ini berfungsi untuk mendefinisikan data-data tadi agar tidak saling tumpang tindih, dan bisa digunakan sebagai identifikasi pengguna tanpa melanggar privasi mereka. Untuk lebih jelasnya, berikut 4 jenis scope yang ada di dalam Google Analytics:User Scope
Data ini diambil untuk identifikasi user secara individu. Berguna untuk membedakan satu pengunjung dengan pengunjung lainnya, serta berguna untuk menentukan jumlah pengguna yang masuk ke dalam situs.Session Scope
Session scope berisi data-data dari session yang dimulai oleh user. Setiap user selalu akan memulai sesi tertentu di dalam website, dan Google Analytics membatasi sesi tersebut dengan waktu (maks 30 menit atau sesuai pengaturan pengguna) dan tindakan (jika user melakukan exit/close dari situs). User bisa memiliki lebih dari satu sesi, bergantung dari lamanya dia mengunjungi situs.Hit Scope
Scope ini berisi aktivitas dari setiap session yang terjadi. Setiap sesi selalu mengandung beberapa aktivitas yang dilakukan, misalnya mengunjungi halaman tertentu atau mengklik tombol tertentu. Baca Juga: Fitur Baru Google Analytics 4 (GA4), Apa Saja Kelebihannya?Product Scope (special)
Terakhir adalah product scope yang dibuat special untuk e-commerce. Setiap interaksi hit yang terjadi selalu ada informasi product yang ikut serta. Misalnya ketika user mengklik “buy” atau “Checkout”, maka data produk yang masuk ke dalam aktivitas itu akan direkam di laporan product scope.Scope Dimensi vs Scope Metrik
Dari keempat scope diatas, mereka akan dibagi lagi ke dalam masing-masing dimensi dan metrik. Misalnya untuk dimensi Landing Page (halaman yang pertama kali diakses oleh user saat memulai session) cocok jika disandingkan dengan metrik Bounce Rate (berapa sesi yang tidak ada interaksinya). Perlu diketahui bahwa scope bekerja secara hierarki mulai dari user, session, hit, dan product secara berurutan. Karena adanya hierarki ini, maka anda tidak bisa memasangkan data tanpa mempertimbangkan scope-nya. Dimensi dan metrik hanya akan bekerja sesuai ekspektasi dengan sempurna jika berada di scope yang sama. Jika ada perbedaan scope, maka akan ada 2 konsekuensi:- Tidak ada data yang ditampilkan alias error
- Data yang ditampilkan tidak sesuai ekspektasi